PLN Integrasikan Kesiapsiagaan Bencana dengan Perlindungan Aset Kelistrikan

  • 31 Jul 2026 11:22 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Penguatan kesiapsiagaan masyarakat di sekitar infrastruktur ketenagalistrikan menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan pasokan listrik. Atas dasar itu, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) bersama BPBD Provinsi NTB dan BPBD Kabupaten Lombok Barat mengembangkan Program Perempuan Tangguh Bencana di Desa Gerimak Indah, Kecamatan Narmada.

Program tersebut memiliki nilai strategis karena Desa Gerimak Indah berada di kawasan yang berdekatan dengan Gardu Induk Mataram 150 kV. Ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana diharapkan mampu mendukung perlindungan aset kelistrikan sekaligus menjaga kontinuitas pelayanan listrik kepada masyarakat.

Melalui pendampingan intensif, Desa Gerimak Indah berhasil meningkatkan statusnya menjadi Desa Tangguh Bencana (Destana) Tingkat Pratama. Peningkatan status tersebut merupakan hasil kolaborasi antara PLN, pemerintah desa dan BPBD dalam memperkuat sistem mitigasi berbasis masyarakat.

Berbagai kegiatan dilaksanakan mulai dari pembentukan Tim Siaga Bencana Desa, penyusunan Standar Operasional Prosedur penanganan banjir, pelatihan mitigasi, simulasi evakuasi hingga penyaluran perlengkapan tanggap darurat.

Sebanyak 50 peserta yang berasal dari berbagai unsur masyarakat mengikuti pelatihan tersebut, termasuk perangkat desa, kelompok perempuan, lansia, penyandang disabilitas dan anggota Tim Siaga Bencana Desa.

Program juga menunjukkan hasil positif dari sisi peningkatan kapasitas masyarakat. Berdasarkan evaluasi, jumlah peserta dengan nilai pemahaman tertinggi mengalami peningkatan setelah mengikuti rangkaian pelatihan.

General Manager PLN UIW NTB, Yondri Zulfadli, mengatakan keberadaan infrastruktur kelistrikan harus berjalan seiring dengan penguatan ketahanan masyarakat di sekitarnya.

Menurutnya, membangun keandalan sistem kelistrikan tidak hanya dilakukan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui pemberdayaan masyarakat agar mampu menghadapi berbagai risiko bencana.

"Kami percaya masyarakat yang tangguh akan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pelayanan listrik. Karena itu, PLN terus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, BPBD dan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan," ujarnya, Rabu 29 Juli 2026.

Ketua Srikandi PLN UIW NTB, Alfi Laili Fauziah, menambahkan bahwa perempuan memiliki peran besar dalam menciptakan budaya sadar bencana di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Keterlibatan perempuan dinilai mampu memperkuat efektivitas mitigasi sekaligus mempercepat proses pemulihan apabila terjadi bencana.

Kepala Desa Gerimak Indah, Amal Suhardy, menyebut pendampingan yang dilakukan telah meningkatkan kesiapan masyarakat dibandingkan sebelumnya, terutama setelah desa pernah mengalami bencana banjir.

Ke depan, simulasi kebencanaan akan dilaksanakan secara berkala agar kemampuan Tim Siaga Bencana Desa terus meningkat. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya semakin siap menghadapi bencana, tetapi juga turut berkontribusi menjaga keberlangsungan pelayanan listrik yang menjadi kebutuhan utama aktivitas sosial dan ekonomi di wilayah Nusa Tenggara Barat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....