Perluas Akses Pasar, Disperindag NTB Gelar Pasar Lelang Komoditas
- 30 Jul 2026 15:46 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi NTB terus memperluas pemasaran komoditas daerah melalui penyelenggaraan pasar lelang komoditas antarprovinsi yang dipadukan dengan pemanfaatan teknologi digital. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat perdagangan antardaerah sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha NTB.
Kepala Disperindag NTB, Lalu Wiranata, mengatakan pasar lelang komoditas yang digelar tahun ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan dan menjadi bagian dari dukungan terhadap kerja sama regional Bali–NTB–NTT (KRBN). Kegiatan tersebut juga diikuti sejumlah provinsi lain, seperti Bangka Belitung, secara daring.
"Ini baru kita coba satu kali dulu. Pasar lelang ini menjadi bagian dari upaya mendukung kerja sama regional Bali, NTB, dan NTT, serta beberapa provinsi lain yang ikut secara virtual," kata Lalu Wiranata, Kamis 30 Juli 2026.
Menurutnya, komoditas yang dipasarkan dipilih berdasarkan kebutuhan daerah tujuan. Salah satu komoditas yang mendapat perhatian besar adalah pinang yang banyak dibutuhkan oleh Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Ia menjelaskan, NTB memiliki potensi produksi pinang yang cukup besar, terutama dari Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur, dan Lombok Barat. Karena itu, para pelaku usaha pinang dihadirkan langsung dalam kegiatan tersebut untuk mempertemukan mereka dengan calon pembeli dari berbagai daerah.
"NTT membutuhkan pinang dalam jumlah besar. Karena itu kami menghadirkan langsung pelaku usahanya agar dapat bertemu dengan calon pembeli," ujarnya.
Lalu Wiranata menegaskan, konsep lelang yang diterapkan bukan berarti menjual komoditas dengan harga murah. Sebaliknya, apabila terdapat beberapa peminat terhadap satu komoditas, maka produk akan diberikan kepada penawar dengan harga terbaik.
"Kalau ada dua atau tiga peminat, tentu akan diberikan kepada penawar tertinggi. Jadi bukan menjual murah, tetapi menciptakan harga yang kompetitif," jelasnya.
Selain pinang, beberapa komoditas lain seperti kelapa juga dipromosikan sesuai dengan kebutuhan pasar dari masing-masing provinsi. Disperindag NTB sengaja menyesuaikan komoditas yang dipasarkan berdasarkan permintaan agar transaksi lebih efektif.
Lebih lanjut, Disperindag NTB juga tengah mengembangkan aplikasi digital yang dibangun secara mandiri sebagai media perdagangan komoditas antarwilayah. Aplikasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi sarana transaksi, tetapi juga berfungsi sebagai basis data yang memperkenalkan berbagai produk unggulan NTB kepada daerah lain.
"Walaupun transaksi mungkin belum langsung terjadi hari ini, aplikasi ini akan menjadi database agar provinsi lain mengetahui komoditas yang dimiliki NTB," katanya.
Ia mengungkapkan, aplikasi tersebut merupakan hasil pengembangan internal Disperindag NTB dan telah menarik perhatian sejumlah pemerintah provinsi lain yang menanyakan proses pembuatannya. Ke depan, aplikasi itu akan didaftarkan secara resmi sebagai inovasi daerah.
Menurut Lalu Wiranata, pemanfaatan teknologi informasi menjadi solusi untuk menekan biaya promosi dan pemasaran yang selama ini cukup besar apabila dilakukan secara langsung melalui misi dagang ke berbagai daerah.
"Kalau kita harus pergi menjual langsung tentu membutuhkan biaya yang besar. Dengan memanfaatkan teknologi informasi, prosesnya lebih mudah dan kita sudah mengetahui daerah mana yang memang membutuhkan komoditas tersebut," ujarnya.
Ia berharap pasar lelang komoditas dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan transaksi perdagangan antarprovinsi, memperluas jaringan pemasaran, hingga membuka peluang ekspor bagi komoditas unggulan NTB seperti pinang, vanili, dan produk pertanian lainnya.
Disperindag NTB juga menilai langkah tersebut sejalan dengan arahan pemerintah pusat yang mendorong peningkatan perdagangan antarwilayah melalui berbagai inovasi daerah, sehingga produk-produk unggulan NTB semakin dikenal dan memiliki daya saing di pasar nasional maupun internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....