Wabup UNA Tekankan Empat Kunci Kendalikan Inflasi di Lombok Barat

  • 30 Jul 2026 07:03 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat — Pemerintah Kabupaten Lombok Barat terus memperkuat langkah pengendalian inflasi sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan angka kemiskinan. Stabilitas harga kebutuhan pokok dinilai memiliki kaitan erat dengan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama kelompok ekonomi rentan.

Perkembangan harga di Kabupaten Lombok Barat menunjukkan tren yang lebih terkendali. Berdasarkan pemantauan melalui Indeks Perkembangan Harga (IPH), kondisi pada pekan keempat Juni 2026 tercatat sebesar minus 1,85 persen.

Angka tersebut menunjukkan perbaikan dibandingkan kondisi yang tercatat pada Februari 2026, ketika tingkat perkembangan harga berada di angka 5,27 persen. Meski demikian, pemerintah daerah tetap diminta tidak lengah karena pergerakan harga sejumlah komoditas pangan masih menjadi perhatian.

Beberapa komoditas yang tercatat mengalami kenaikan antara lain gula pasir, udang basah, dan bawang putih. Perubahan harga bahan pokok tersebut menjadi salah satu faktor yang terus dipantau pemerintah melalui koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Lombok Barat.

Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha atau yang akrab disapa UNA, menegaskan pengendalian inflasi tidak semata-mata berkaitan dengan stabilitas harga, tetapi juga harus diarahkan untuk memperkuat perekonomian masyarakat dan menekan tingkat kemiskinan.

Pernyataan tersebut disampaikan UNA saat memberikan sambutan sekaligus arahan dalam kegiatan High Level Meeting (HLM) dalam rangka Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Maulid Nabi yang berlangsung di Ruang Rapat Senggigi, Hotel Jayakarta, Kecamatan Batulayar, Rabu, 29 Juli 2026.

Menurutnya, pemerintah daerah bersama TPID harus terus memperkuat kolaborasi dan koordinasi agar berbagai persoalan ekonomi yang dihadapi masyarakat dapat ditangani secara lebih terarah. Forum pertemuan seperti HLM, kata dia, harus mampu melahirkan gagasan dan langkah konkret yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

"Indikator kemiskinan ini, kita harapkan tidak meningkat tetapi kita yakinkan kepada masyarakat bahwa kita mampu menjalankannya. Mudah-mudahan roda ekonomi masyarakat berputar dan pertumbuhan ekonomi meningkat, yang kemudian kemiskinan kita juga bisa menurun," ujar UNA.

Ia menegaskan, pengendalian inflasi harus menjadi kerja bersama yang dilakukan secara berkelanjutan. Stabilitas harga pangan, menurutnya, akan memberikan ruang bagi masyarakat untuk mempertahankan daya beli sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi di tingkat lokal.

Dalam kesempatan tersebut, UNA juga mengingatkan TPID Lombok Barat mengenai empat aspek penting yang harus menjadi perhatian dalam menjaga stabilitas harga.

Keempat aspek itu meliputi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif. Keempatnya dinilai saling berkaitan dan harus berjalan secara bersamaan agar gejolak harga kebutuhan pokok dapat diantisipasi.

"Empat hal ini harus menjadi perhatian bersama, mulai dari keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi hingga komunikasi yang efektif," katanya menegaskan.

UNA menilai forum HLM memiliki posisi strategis untuk mempertemukan berbagai pihak dalam membahas perkembangan ekonomi dan harga kebutuhan pokok, khususnya menjelang momentum hari besar keagamaan nasional yang biasanya diikuti perubahan pola konsumsi masyarakat.

Melalui komunikasi dan koordinasi yang lebih intensif, pemerintah berharap potensi kenaikan harga dapat diantisipasi lebih awal. Dengan demikian, masyarakat tetap memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau dan aktivitas ekonomi daerah dapat terus bergerak.

"Forum ini menjadi ruang untuk membangun komunikasi yang efektif sekaligus mencari gagasan terbaik dari seluruh pihak agar pengendalian inflasi di Lombok Barat dapat dilakukan secara optimal," ucapnya.

Wabup UNA berharap seluruh unsur TPID terus memperkuat sinergi dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran. Pengendalian harga, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.

Ia juga menekankan pentingnya memastikan pasokan bahan pangan tetap tersedia, distribusi berjalan lancar, serta informasi mengenai perkembangan harga dapat disampaikan secara cepat dan akurat kepada masyarakat.

Dengan pengendalian inflasi yang konsisten, pemerintah daerah optimistis daya beli masyarakat dapat terjaga, roda perekonomian terus berputar, dan angka kemiskinan di Lombok Barat dapat ditekan secara bertahap.

"Harapan kita, sinergi ini terus diperkuat sehingga stabilitas harga terjaga, ekonomi masyarakat tumbuh dan kesejahteraan masyarakat Lombok Barat semakin meningkat," katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....