16 Kapal Pesiar Dijadwalkan Masuk Lombok, Pelindo Matangkan Persiapan

  • 28 Jul 2026 08:56 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat – Aktivitas pariwisata bahari di Pulau Lombok diproyeksikan kembali meningkat menjelang penghujung tahun. Sebanyak 16 kapal pesiar dijadwalkan singgah di Lombok pada periode November hingga Desember, membawa ribuan wisatawan mancanegara yang diperkirakan akan memberikan dorongan baru bagi geliat ekonomi pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kedatangan belasan kapal pesiar tersebut menjadi perhatian pengelola Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat. Berbagai persiapan mulai dimatangkan, termasuk memperkuat koordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk memastikan proses kedatangan kapal dan pelayanan terhadap wisatawan berjalan lancar.

Branch Manager PT Pelindo Cabang Lembar, Kunto Wibisono, mengatakan hingga saat ini belum ada kapal pesiar yang memasuki kawasan pelabuhan. Namun, pihaknya telah menyiapkan koordinasi bersama pihak karantina dan pemangku kepentingan lainnya untuk menyambut kedatangan kapal-kapal tersebut.

"Untuk saat ini memang belum ada kapal pesiar yang masuk. Nanti koordinasi dengan pihak karantina dan instansi terkait akan terus kita persiapkan," ujar Kunto saat ditemui RRI, Jumat 24 Juli 2026.

Menurut Kunto, kunjungan kapal pesiar ke Lombok memiliki pola musiman yang relatif berulang setiap tahun. Periode ramai biasanya terjadi pada awal tahun, terutama sejak Januari hingga April. Setelah memasuki pertengahan tahun, intensitas kunjungan cenderung menurun sebelum kembali meningkat menjelang akhir tahun.

"Polanya memang begitu, awal tahun dari Januari sampai April ramai. Nanti pertengahan tahun biasanya jarang, lalu akan naik lagi di akhir tahun mulai November sampai Desember," katanya menegaskan.

Secara keseluruhan, jumlah kunjungan kapal pesiar yang semula ditargetkan mencapai 30 kapal sepanjang tahun ini mengalami penyesuaian. Tiga kapal yang sebelumnya masuk dalam jadwal kunjungan pada semester pertama terpaksa membatalkan kedatangannya karena kendala teknis, termasuk persoalan mesin.

"Sebenarnya tahun ini ada 30 kapal yang dijadwalkan. Tapi ada tiga kapal yang cancel di semester satu kemarin karena ada kendala mesin dan hal teknis lainnya. Jadi sisanya ada sekitar 27 kapal untuk total keseluruhan tahun ini," ucapnya.

Dengan demikian, 16 kapal yang dijadwalkan datang pada November dan Desember menjadi bagian penting dari sisa agenda kunjungan kapal pesiar tahun ini. Jika seluruh jadwal terealisasi, ribuan wisatawan mancanegara berpotensi menikmati destinasi wisata Lombok sekaligus menggerakkan berbagai sektor ekonomi masyarakat.

Dampak kunjungan wisatawan kapal pesiar diharapkan tidak hanya dirasakan oleh industri perhotelan. Pelaku UMKM, penyedia jasa transportasi, pemandu wisata, hingga sektor perdagangan lokal juga berpeluang memperoleh manfaat dari meningkatnya arus wisatawan asing.

Untuk itu, pengelola Pelabuhan Gili Mas terus memperkuat koordinasi lintas sektor. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh rangkaian kedatangan kapal dapat berlangsung aman, tertib, dan memberikan pelayanan terbaik bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Lombok.

Momentum kunjungan kapal pesiar pada penghujung tahun pun diharapkan menjadi katalis bagi kebangkitan pariwisata NTB, sekaligus memperkuat posisi Lombok sebagai salah satu destinasi wisata bahari yang diperhitungkan dalam jalur pelayaran kapal pesiar internasional.

"Kami berharap seluruh jadwal kedatangan pada akhir tahun dapat berjalan sesuai rencana sehingga tidak ada lagi pembatalan. Koordinasi dengan seluruh pihak akan terus diperkuat untuk memastikan pelayanan kepada wisatawan berjalan optimal," katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....