AM 855 KHz Kembali Mengudara, RRI Mataram Perluas Jangkauan hingga Pelosok NTB
- 27 Jul 2026 14:29 WIB
- Mataram
RRI. CO. ID, Mataram – RRI Mataram terus memperkuat layanan informasi publik dengan menghidupkan kembali pemancar gelombang menengah (AM) 855 KHz setelah enam tahun tidak beroperasi. Kembalinya pemancar AM tersebut menjadi topik utama dalam program Hallo RRI yang disiarkan Senin pagi 27 Juli 2026 selama satu jam.
Topik ini diangkat sebagai respons atas banyaknya pertanyaan dan permintaan pendengar yang ingin mengetahui apakah layanan siaran AM RRI Mataram sudah kembali beroperasi. Dengan aktifnya kembali pemancar AM 855 KHz, RRI berharap dapat menjangkau masyarakat yang berada di wilayah-wilayah pelosok Nusa Tenggara Barat yang selama ini sulit menerima siaran FM secara optimal.
Selain melalui AM 855 KHz, RRI Mataram juga mengudara melalui frekuensi FM 89,2 MHz dan 92,7 MHz, serta frekuensi tambahan 106,7 MHz yang mulai aktif dua tahun terakhir untuk memperluas jangkauan siaran hingga wilayah Lombok Timur. Bagi masyarakat di luar Pulau Lombok, siaran Pro 1 RRI Mataram juga dapat diakses melalui aplikasi dan layanan RRI Digital berbasis internet.
| Baca juga: Warige Pemandu Petani di Lombok |
Dalam dialog interaktif tersebut, pendengar dari Narmada, Multajam, menyampaikan apresiasinya terhadap kualitas siaran RRI, yang menurutnya terdengar bersih dan jelas di wilayah tempat tinggalnya. Namun ia mengaku pernah mengalami kesulitan memonitor siaran RRI saat berada di Karang Kates, Kabupaten Lombok Utara, selama dua hari pada akhir pekan lalu.
Sementara itu, pendengar dari Lombok Utara, Jaya, mengaku bersyukur karena siaran RRI kini dapat diterima dengan baik di daerahnya. Ia memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan pandangannya terkait peringatan Hari Anak Nasional yang masih hangat diperbincangkan. Menurutnya, tanggung jawab terhadap tumbuh kembang anak tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada sekolah.
“Peran terbesar tetap berada pada orang tua. Sekolah hanya membantu dalam proses pendidikan. Orang tua harus aktif mendampingi anak, termasuk saat mengerjakan pekerjaan rumah dan membangun karakter mereka di lingkungan keluarga,” ujarnya.
Pandangan serupa juga muncul dari pendengar lainnya yang menilai berbagai program siaran RRI memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya keterlibatan keluarga dalam pendidikan anak.
Pendengar lainnya, Arjun dari Tanjung, Lombok Utara, mengaku kualitas sinyal RRI di wilayahnya sudah cukup baik. Menanggapi keluhan mengenai titik-titik yang belum terjangkau siaran secara optimal, ia menduga kondisi tersebut dipengaruhi faktor lokasi atau perangkat penerima yang digunakan pendengar.
“Di tempat saya siaran RRI terdengar jelas. Mungkin ada beberapa area yang memang masih mengalami blank spot dan perlu pembenahan,” katanya.
Masukan juga datang dari Rahim, pendengar dari Kecamatan Kayangan, Lombok Utara. Ia menyambut baik aktifnya kembali pemancar AM 855 KHz karena selama ini kualitas penerimaan siaran FM di wilayahnya belum selalu stabil.
Menurut Rahim, gangguan suara dan noise masih kerap terjadi, terutama saat mendengarkan siaran pada waktu subuh hingga pagi hari. Ia berharap ke depan RRI dapat memperkuat jaringan pemancar atau menghadirkan fasilitas pendukung agar kualitas siaran semakin baik di daerah-daerah yang masih sulit menerima sinyal.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Ketua Tim Media Baru (TMB) RRI Mataram, I Made Wijaya Kusuma, menjelaskan bahwa kondisi geografis Lombok Utara yang didominasi perbukitan memang menjadi tantangan tersendiri dalam penyebaran sinyal radio.
“Beberapa wilayah memang mengalami blank spot karena terhalang bukit. Namun dua hari lalu pemancar AM 855 KHz sudah kembali aktif dan dapat dimonitor di sejumlah wilayah Lombok Utara. Masyarakat juga memiliki pilihan mendengarkan siaran melalui FM 89,2 MHz, 92,7 MHz, 106,7 MHz maupun melalui RRI Digital,” jelasnya.
Made Wijaya berharap dengan beroperasinya kembali pemancar AM 855 KHz, dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini mengalami kendala penerimaan siaran, sekaligus memperkuat kehadiran RRI bagi seluruh masyarakat NTB.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....