Praya Timur Dominasi Permintaan Air Bersih di Lombok Tengah

  • 27 Jul 2026 11:08 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah mulai menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang terdampak musim kemarau. Hingga saat ini, permintaan distribusi air bersih paling banyak berasal dari Kecamatan Praya Timur.

Kepala Pelaksana BPBD Lombok Tengah, Ridwan Makruf, mengatakan permintaan bantuan air bersih mulai berdatangan meski jumlahnya masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Permintaan air bersih sudah mulai masuk. Hari ini kami melakukan penyaluran ke Desa Kabul. Secara umum, wilayah Praya Timur masih menjadi daerah yang paling banyak mengajukan permintaan," kata Ridwan, Senin 27 Juli 2026.

Ia menjelaskan, selain Desa Kabul, BPBD juga telah menerima permintaan dari sejumlah desa di Kecamatan Jonggat, seperti Sukarara dan Lebuli. Sementara itu, wilayah Praya Barat Daya juga mulai mengajukan bantuan air bersih seiring meningkatnya dampak kekeringan.

Ridwan memperkirakan puncak kebutuhan air bersih mulai terjadi pada periode ini seiring semakin panjangnya musim kemarau. Karena itu, BPBD telah memetakan wilayah rawan kekeringan dan memperkuat koordinasi dengan Perumdam Tirta Ardhia Rinjani untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.

"Kami sudah berkoordinasi dengan PDAM dan juga menyiapkan armada tangki air milik BPBD. Yang terpenting, masyarakat yang membutuhkan bisa tetap terlayani," ujarnya.

BPBD menyiapkan dua unit mobil tangki air yang siap beroperasi. Apabila kebutuhan meningkat, pihaknya juga akan meminta dukungan pasokan air dari Pemerintah Provinsi NTB maupun instansi terkait lainnya.

"Kalau untuk pelayanan air bersih, kami optimistis bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Jika stok atau armada kurang, kami juga bisa mendapat dukungan dari provinsi," katanya.

Untuk sementara, pihaknya mencatat permintaan bantuan air bersih telah datang dari tiga kecamatan, yakni Praya Timur, Praya Barat Daya, dan Jonggat. Hingga saat ini, sebanyak 39 tangki air telah didistribusikan kepada masyarakat terdampak kekeringan.

Meski demikian, BPBD belum menetapkan status darurat kekeringan karena kondisi dinilai masih dapat ditangani melalui distribusi air bersih dengan dukungan armada yang tersedia serta koordinasi lintas instansi. Pihaknya memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan siap meningkatkan upaya penanganan apabila dampak kekeringan semakin meluas, sehingga kebutuhan air bersih masyarakat tetap dapat terpenuhi selama musim kemarau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....