Hadapi El Nino, NTB Percepat Tanam demi Jaga Produksi Pangan

  • 27 Jul 2026 10:06 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mempersiapkan berbagai strategi antisipasi dan adaptasi menghadapi dampak El Nino terhadap sektor pertanian
  • Strategi mitigasi mencakup percepatan tanam, penggunaan varietas padi berumur genjah, dan optimalisasi bantuan pompa serta sumber air untuk menjaga produktivitas pertanian

RRI.CO.ID, Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terus memperkuat langkah antisipasi dan adaptasi untuk menghadapi potensi dampak El Nino terhadap sektor pertanian. Berbagai strategi disiapkan, mulai dari percepatan tanam, penggunaan varietas padi berumur genjah, hingga optimalisasi bantuan pompa dan sumber air guna menjaga produktivitas pertanian.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB, Lalu Mirza Amir Hamzah, mengatakan pemerintah daerah telah memiliki pengalaman dalam menghadapi fenomena El Nino pada tahun-tahun sebelumnya sehingga berbagai langkah mitigasi telah dipersiapkan sejak dini.

"Pada tahap antisipasi, kami melakukan gerakan percepatan tanam karena saat itu ketersediaan air masih mencukupi. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan produksi sebelum dampak El Nino semakin terasa," ujar Lalu Mirza beberapa waktu lalu di Mataram.

Selain percepatan tanam, pemerintah juga mendorong petani menggunakan varietas padi genjah yang memiliki masa tanam lebih singkat. Menurutnya, langkah tersebut menjadi salah satu upaya untuk menjaga produktivitas di tengah potensi berkurangnya ketersediaan air.

Pemetaan wilayah berdasarkan kondisi sumber air juga telah dilakukan. Daerah-daerah yang memiliki ketersediaan air memadai tetap didorong untuk melakukan penanaman padi, sementara wilayah yang pasokan airnya terbatas diarahkan melakukan penyesuaian pola tanam.

"Daerah-daerah yang memiliki sumber air tetap kami dorong untuk pertanaman padi. Sedangkan wilayah yang ketersediaan airnya terbatas perlu segera beradaptasi dengan komoditas lain yang lebih hemat air," katanya.

Pada tahap adaptasi, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB mengoptimalkan pemanfaatan bantuan pemerintah berupa pompa air, sumur, dan sarana pendukung irigasi lainnya. Upaya tersebut diharapkan mampu membantu petani mempertahankan produksi di tengah kondisi cuaca yang tidak normal.

Lalu Mirza juga meminta petani terus berkoordinasi dengan para penyuluh pertanian lapangan (PPL), petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT), serta petugas benih tanaman (PBT) agar pengelolaan lahan dilakukan sesuai kondisi ketersediaan air di masing-masing wilayah.

"Pada saat El Nino, kondisi air tidak normal. Karena itu petani diharapkan mengikuti arahan petugas lapangan mengenai lahan yang masih layak ditanami padi maupun yang perlu dialihkan ke komoditas lain," ujarnya.

Untuk daerah dengan keterbatasan air, pemerintah mendorong pengembangan berbagai komoditas alternatif seperti kacang hijau, jagung, kedelai, tembakau, hingga tanaman hortikultura seperti cabai yang dinilai membutuhkan air lebih sedikit dibandingkan padi.

Meski demikian, penanaman padi tetap menjadi prioritas di kawasan yang memiliki sumber air memadai, terutama lahan yang berada di sekitar bendungan dan jaringan irigasi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Lalu Mirza menyebut potensi produksi gabah kering giling (GKG) NTB pada periode Januari hingga Agustus 2026 mencapai sekitar 1,5 juta ton. Capaian tersebut menunjukkan tren produksi yang relatif stabil.

"Kalau melihat tren produksi saat ini sudah cukup stabil. Kami optimistis hingga akhir tahun produksinya masih dapat terus meningkat karena masih ada periode panen pada September hingga Desember," katanya.

Ia menegaskan Pemerintah Provinsi NTB akan terus berupaya menjaga produktivitas pertanian agar daerah ini tetap menjadi salah satu lumbung pangan nasional.

"Insyaallah NTB akan terus kita jaga tetap surplus sebagai lumbung pangan nasional," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....