ITDC Perkuat Rehabilitasi Mangrove The Mandalika

  • 24 Jul 2026 13:42 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus memperkuat rehabilitasi kawasan Mangrove Sanctuary The Mandalika melalui penanaman ribuan bibit mangrove. Pada kegiatan yang berlangsung pekan ini, sebanyak 4.500 bibit ditanam untuk melanjutkan program pemulihan ekosistem pesisir yang telah dimulai sejak tahun lalu.

General Manager The Mandalika, Fari Wijaya, mengatakan penanaman tersebut merupakan bagian dari program rehabilitasi mangrove jangka panjang. Sebelumnya, ITDC telah menanam sekitar 20 ribu bibit mangrove. Dengan tambahan 4.500 bibit, total bibit yang telah ditanam mencapai 24.500.

"Sejak akhir tahun lalu kami sudah menanam sekitar 20 ribu bibit. Dengan penanaman 4.500 bibit ini, totalnya menjadi 24.500 bibit. Yang paling penting bukan hanya menanam, tetapi memastikan bibit tersebut tumbuh dengan baik sehingga dapat memperkuat kawasan Mangrove Sanctuary The Mandalika," ujar Fari Jum'at 24 Juli 2026.

Ia menjelaskan, program rehabilitasi dimulai sejak September tahun lalu setelah kawasan mangrove seluas 45,7 hektare ditetapkan sebagai Mangrove Sanctuary The Mandalika. Sejak saat itu, ITDC terus melibatkan berbagai pihak dalam upaya pemulihan ekosistem mangrove.

Menurut Fari, rehabilitasi mangrove merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, ITDC menggandeng perguruan tinggi, perusahaan, komunitas, hingga kelompok masyarakat agar proses rehabilitasi berjalan melalui kolaborasi dan semangat gotong royong.

"Menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab ITDC. Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan kolaborasi, kami berharap rehabilitasi mangrove ini menjadi warisan yang bermanfaat bagi generasi mendatang," ujarnya.

Saat ini, penanaman dilakukan di Blok 11 atau kawasan percontohan. Secara keseluruhan, ITDC telah menyusun master plan rehabilitasi yang mencakup 23 blok. Penentuan lokasi dilakukan berdasarkan hasil survei lapangan, kondisi tanah, dan kesesuaian jenis mangrove.

Hingga kini, rehabilitasi telah mencakup sekitar tujuh hektare. Program tersebut ditargetkan berlangsung selama lima tahun agar proses penanaman, perawatan, dan pertumbuhan mangrove dapat berjalan optimal.

Fari menambahkan, rehabilitasi mangrove tidak hanya bertujuan menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga diharapkan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui budidaya kepiting bakau serta pengembangan wisata alam, seperti bird watching dan mangrove sanctuary journey.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠"Harapan kami, kawasan mangrove ini menjadi paru-paru hijau The Mandalika sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan memperkuat daya tarik wisata kawasan," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....