Lantai Dua Pasar Cemare Disulap Jadi Sentra Kuliner

  • 23 Jul 2026 20:18 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram-Pemerintah Kota Mataram kembali menghidupkan rencana penataan lantai dua Pasar Tradisional Cemare menjadi sentra kuliner khas Lombok. Melalui Dinas Perdagangan (Disdag), konsep yang telah disiapkan sejak 2024 itu akan dilanjutkan sebagai upaya mengoptimalkan aset pasar sekaligus menciptakan destinasi kuliner baru yang mampu menarik kunjungan masyarakat dan wisatawan.

Kepala Disdag Kota Mataram, H. Irwan Harimansyah, mengatakan pemanfaatan lantai dua menjadi kawasan kuliner merupakan solusi atas minimnya aktivitas perdagangan di area tersebut. Selama ini, berbagai upaya telah dilakukan agar pedagang memanfaatkan lantai dua, namun belum membuahkan hasil karena tingkat kunjungan pembeli masih rendah.

"Kami ingin lantai dua memiliki fungsi yang lebih optimal. Karena itu konsep sentra kuliner kembali kami dorong agar kawasan ini menjadi hidup," ujarnya, Kamis 23 Juli 2026.

Dalam konsep penataan, Disdag akan merangkul pedagang kaki lima dan pelaku UMKM di sekitar Pasar Cemare untuk mengisi lapak-lapak yang telah disiapkan. Beragam kuliner tradisional seperti Ayam Taliwang, Sate Rembiga, pelecing kangkung, hingga aneka makanan khas Lombok lainnya akan menjadi daya tarik utama.

"Nanti disediakan Fasilitas meja, kursi, dan area makan yang nyaman agar pengunjung betah menikmati suasana," katanya lagi.

Jika terealisasi, kawasan kuliner tersebut diharapkan tidak hanya beroperasi pada pagi hari seperti aktivitas pasar pada umumnya, tetapi juga tetap hidup hingga sore bahkan malam hari. Kondisi itu diyakini akan membuka peluang ekonomi baru bagi pedagang, memperluas ruang promosi UMKM lokal, sekaligus meningkatkan aktivitas perdagangan di Pasar Cemare.

Selain menggerakkan ekonomi masyarakat, optimalisasi lantai dua Pasar Cemare diproyeksikan berdampak pada peningkatan retribusi pasar sebagai salah satu sumber pendapatan daerah. Sebagai satu dari 19 pasar tradisional di Kota Mataram yang menjadi prioritas penataan, keberhasilan.

"Konsep ini diharapkan menjadi model pengembangan pasar tradisional yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat transaksi, tetapi juga menjadi ruang ekonomi kreatif dan destinasi wisata kuliner," ujar Irwan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....