Wabup Loteng Pastikan Kendala Listrik Program Oplah Segera Dituntaskan
- 23 Jul 2026 17:12 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah segera menuntaskan kendala pasokan listrik yang masih menghambat operasional sebagian jaringan irigasi pada program optimalisasi lahan (Oplah) seluas 2.500 hektare. Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah mengatakan, persoalan tersebut menjadi satu-satunya kendala yang tersisa setelah seluruh infrastruktur program selesai dibangun.
Menurut Nursiah, kendala itu ditemukan di beberapa titik, khususnya di Desa Sisik, Kecamatan Pringgarata. Meski pompa air, jaringan pipa, dan fasilitas pendukung lainnya telah terpasang, kapasitas daya listrik yang tersedia belum mampu mengoperasikan pompa secara maksimal.
"Kalau infrastruktur seperti pipa, pompa, dan fasilitas lainnya sudah selesai. Yang masih menjadi kendala hanya daya listriknya yang belum mencukupi," ujar Nursiah, Rabu 22 Juli 2026.
Untuk memastikan penyebabnya, Pemkab Lombok Tengah bersama Dinas Pertanian, PLN, penyuluh pertanian, kelompok tani, dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) turun langsung ke lapangan melakukan uji coba.
Hasil pengecekan menunjukkan pompa air hanya mampu beroperasi beberapa menit sebelum akhirnya berhenti karena daya listrik yang tersedia terlalu kecil.
"Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, memang persoalannya ada pada daya listrik. Karena itu kami langsung bersepakat dengan PLN untuk meningkatkan kapasitas daya listrik agar pompa bisa beroperasi normal," katanya.
Ia menambahkan, PLN telah menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi peningkatan daya listrik. Kesepakatan tersebut juga didukung kelompok tani, Gapoktan, penyuluh pertanian, serta Dinas Pertanian agar jaringan irigasi dapat segera berfungsi secara optimal.
Di luar kendala tersebut, Nursiah memastikan program Oplah seluas 2.500 hektare di Kecamatan Praya Barat, Praya Barat Daya, dan Pringgarata telah rampung. Program yang mendapat pendampingan intensif dari Kementerian Pertanian sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan itu kini mulai dimanfaatkan petani.
"Alhamdulillah program Oplah di Lombok Tengah sudah selesai dan sudah beroperasi. Program ini sangat membantu petani, terutama di daerah yang selama ini mengalami kekurangan air," ujarnya.
Ia menjelaskan, manfaat program sudah dirasakan petani di Praya Barat dan Praya Barat Daya. Sebelum adanya Oplah, banyak petani di wilayah selatan hanya bisa menanam padi sekali dalam setahun akibat keterbatasan air. Kini, dengan dukungan jaringan irigasi baru, produktivitas pertanian mulai meningkat.
Melihat hasil tersebut, Kementerian Pertanian kembali menawarkan tambahan kuota program Oplah untuk Lombok Tengah. Pemerintah daerah pun telah mengusulkan perluasan lahan seluas 7.000 hektare dan kini tinggal menunggu persetujuan dari pemerintah pusat.
"Usulan 7.000 hektare sudah kami sampaikan ke Kementerian Pertanian. Lokasinya nanti akan disesuaikan dengan kriteria, terutama ketersediaan sumber air dan kondisi lahannya," ujar Nursiah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....