KMP Putri Yasmin Terbakar, Wabup Lombok Barat Pastikan Korban Mendapat Perawatan
- 16 Agt 2026 21:08 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat — Insiden terbakarnya Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin di lintasan Bali–Lombok menyisakan duka sekaligus perhatian serius terhadap keselamatan transportasi laut. Kapal tersebut diketahui melayani rute Lembar–Padang Bai, salah satu jalur penyeberangan penting yang menghubungkan Pulau Lombok dan Bali. (Jemla Ferry)
Pasca-insiden, proses evakuasi korban berlangsung dan sejumlah penumpang yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Patut Patuh Patju (Tripat), Gerung, Lombok Barat.
Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, turun langsung melihat kondisi para korban yang menjalani perawatan intensif di RSUD Tripat pada Rabu malam, 12 Agustus 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia memastikan pelayanan medis diberikan secara optimal kepada para korban.
“Mari kita doakan bersama agar seluruh pasien diberikan kesembuhan dan kekuatan. RSUD Tripat Lombok Barat siap memberikan pelayanan terbaik hingga seluruh korban pulih total,” ujar Nurul Adha saat menjenguk korban.
Kunjungan tersebut turut dihadiri Menteri Perhubungan Republik Indonesia Dudy Purwagandhi dan Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal bersama jajaran organisasi perangkat daerah terkait.
Kehadiran pemerintah pusat dan daerah tidak hanya dimaksudkan untuk melihat perkembangan kondisi kesehatan korban. Lebih jauh, kunjungan itu menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap korban dan keluarga yang terdampak peristiwa tersebut.
Pendampingan juga dinilai penting untuk membantu korban menghadapi dampak psikologis setelah mengalami insiden di tengah perjalanan laut. Dukungan pemerintah diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus menguatkan korban dan keluarga selama proses pemulihan.
Di sisi lain, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan pemerintah akan terus memantau penanganan medis para korban. Evaluasi terhadap aspek keselamatan pelayaran juga menjadi bagian penting setelah insiden tersebut, terutama untuk memastikan perjalanan masyarakat menggunakan transportasi laut berlangsung aman dan nyaman.
“Penanganan korban akan terus kami pantau, sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap aspek keselamatan pelayaran,” katanya menegaskan.
Insiden KMP Putri Yasmin kembali menempatkan keselamatan pelayaran sebagai perhatian utama, mengingat jalur Bali–Lombok merupakan salah satu koridor penyeberangan yang vital bagi mobilitas masyarakat dan distribusi kendaraan maupun barang. Data pelayaran menunjukkan KMP Putri Yasmin merupakan kapal penumpang jenis Ro-Ro berbendera Indonesia yang melayani rute Lembar–Padang Bai.
Pemerintah diharapkan tidak berhenti pada penanganan korban, tetapi juga memastikan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan kapal, prosedur tanggap darurat, serta kesiapan layanan penyeberangan. Langkah tersebut penting agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi dan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi laut tetap terjaga.
“Keselamatan dan kenyamanan masyarakat harus menjadi perhatian utama dalam setiap pelayanan penyeberangan,” ucapnya.
Penanganan para korban kini menjadi prioritas, sementara evaluasi keselamatan pelayaran diharapkan menghasilkan langkah konkret untuk memperkuat perlindungan penumpang di jalur Bali–Lombok.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....