Ini Jurus Pemprov NTB Dongkrak Penonton MotoGP Mandalika 2026

  • 23 Jul 2026 17:14 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Pemprov NTB bersama penyelenggara MotoGP Mandalika 2026 memberikan diskon tiket hingga 50 persen untuk mendorong peningkatan jumlah penonton, termasuk promo khusus bagi masyarakat NTB.
  • Pemerintah juga memperkuat promosi kemudahan akses ke Lombok melalui konektivitas udara dan laut agar wisatawan memiliki lebih banyak pilihan transportasi menuju Mandalika.
  • Disparekraf NTB mengimbau pelaku usaha hotel menjaga harga tetap kompetitif serta menghadirkan promo dan paket menarik guna menjaga reputasi destinasi dan meningkatkan kunjungan wisatawan.

RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama penyelenggara MotoGP Mandalika 2026 menyiapkan berbagai strategi untuk meningkatkan jumlah penonton. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memberikan potongan harga tiket hingga 50 persen, baik bagi masyarakat NTB maupun calon penonton dari luar daerah.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB Ahmad Nur Aulia mengatakan penyelenggaraan MotoGP tahun ini diharapkan tidak hanya lebih baik dari sisi pelaksanaan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi daerah. "Harapannya MotoGP ke depan semakin baik, semakin berkesan bagi pengunjung, dan memberikan dampak yang lebih inklusif bagi NTB," kata Aulia, kepada RRI, Kamis 23 Juli 2026.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB Ahmad Nur Aulia. (Foto: RRI/Muh.Halwi)

Menurut dia, program diskon tiket menjadi salah satu daya tarik utama untuk mendorong masyarakat membeli tiket lebih awal. Setelah promo nasional dengan potongan harga 50 persen habis terjual, saat ini masih tersedia tiket dengan diskon 30 persen.

Sementara itu, masyarakat NTB juga sempat memperoleh promo khusus berupa diskon 50 persen. Ia menilai waktu penjualan tiket yang dimulai lebih awal memberi keuntungan bagi calon penonton dalam merencanakan perjalanan ke Mandalika.

"Tahun lalu waktunya sangat mepet, sekitar satu bulan sebelum balapan. Sekarang masa persiapannya lebih panjang, lebih dari empat bulan, sehingga masyarakat punya waktu lebih banyak untuk membeli tiket dan mengatur perjalanan," ujarnya.

Selain promo tiket, Pemprov NTB juga berupaya memperkuat informasi mengenai akses menuju Lombok. Aulia mengatakan pemerintah ingin mengubah persepsi bahwa menuju NTB bukanlah hal yang sulit.

Menurut dia, konektivitas udara diharapkan semakin banyak menjelang pelaksanaan MotoGP. Di sisi lain, jalur laut kini juga semakin beragam dengan sejumlah rute yang dapat dimanfaatkan wisatawan.

"Kami ingin menyampaikan kepada masyarakat dan para penggemar MotoGP bahwa datang ke Lombok tidak sesulit yang dibayangkan. Ada banyak alternatif transportasi yang bisa dipilih," katanya.

Meski demikian, Aulia mengaku belum memperoleh data terbaru mengenai jumlah masyarakat NTB yang telah memanfaatkan promo tiket 50 persen. Sebab, seluruh penjualan masih dilakukan secara daring dan berada di bawah pengelolaan Mandalika Grand Prix Association (MGPA).

"Data pembelian ada di MGPA karena penjualannya masih melalui sistem online. Nanti pada waktunya akan kami sampaikan perkembangannya," ujar dia.

Selain akses transportasi, Pemprov NTB juga menyoroti kesiapan sektor akomodasi. Aulia meminta pelaku usaha perhotelan menjaga harga kamar tetap kompetitif agar tidak mengurangi minat wisatawan datang ke Mandalika.

Ia mengingatkan agar hotel tidak memanfaatkan tingginya permintaan dengan menaikkan tarif secara berlebihan.

"Kami berharap penyedia akomodasi lebih bijak dalam menawarkan harga. Jangan sampai berpikir mumpung ada MotoGP lalu menaikkan harga secara tidak wajar. Reputasi destinasi jauh lebih penting untuk jangka panjang," katanya.

Menurutnya, harga hotel memang bersifat dinamis karena dipengaruhi musim, tingkat okupansi, dan permintaan pasar. Namun, keseimbangan tetap perlu dijaga agar pelaku usaha memperoleh keuntungan tanpa mengurangi daya saing destinasi.

Ia juga mendorong hotel menghadirkan berbagai strategi pemasaran, seperti promo, paket bundling, hingga penawaran khusus melalui berbagai platform pemesanan daring.

"Jangan terlalu murah karena akan mengurangi potensi pendapatan, tetapi jangan juga terlalu mahal hingga ditinggalkan tamu. Yang terpenting menghadirkan harga yang kompetitif dan menjaga citra pariwisata NTB," kata Aulia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....