Daftar Proyek Super Prioritas yang Diusulkan Gubernur Iqbal ke Komisi V DPR RI

  • 23 Jul 2026 13:13 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menetapkan pembangunan jalan Port to Port Lembar–Kayangan, Sekolah Rakyat, dan kantor DPRD NTB sebagai super prioritas di tengah keterbatasan fiskal daerah.
  • Pemprov NTB memastikan persiapan PON 2028 mengikuti arahan Presiden dengan mengutamakan renovasi fasilitas olahraga yang sudah ada, termasuk GOR Turida, tanpa membangun venue baru.
  • Proyek Port to Port akan dikerjakan melalui skema sharing cost dengan pemerintah pusat, sementara dukungan pusat disebut sudah mengarah pada persetujuan untuk membantu pembiayaannya.

RRI.CO.ID, Mataram - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mulai menyaring daftar proyek prioritas daerah di tengah ruang fiskal yang semakin sempit. Dalam pembahasan bersama Komisi V DPR RI, Pemprov NTB mengusulkan hanya beberapa program yang masuk kategori super prioritas, yakni pembangunan jalan Port to Port Lembar–Kayangan, pembangunan kantor DPRD NTB, dan Sekolah Rakyat.

Iqbal mengatakan, keterbatasan kemampuan keuangan daerah membuat pemerintah harus menentukan proyek yang benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat. "Karena fiskal makin terbatas, maka dari sekian banyak proyek prioritas itu harus ditentukan mana yang menjadi super prioritas. Itu fokus pembahasan kami dengan Komisi V," kata Iqbal, Rabu 22 Juli 2026.

Selain tiga proyek tersebut, pembahasan juga mencakup penyelesaian Bendungan Beringin Sila, Bendungan Meninting, Bendungan Tanju, pembangunan Jalan Samota yang masih menyisakan sekitar 1,5 kilometer, hingga rencana pemindahan Pelabuhan Bima yang mengalami sedimentasi.

Menurut Iqbal, usulan super prioritas didasarkan pada besarnya manfaat yang akan dirasakan masyarakat. "Kalau yang kami usulkan sebagai super prioritas ya kantor DPRD, Port to Port, kemudian Sekolah Rakyat. Dampaknya langsung ke masyarakat," ujarnya.

Meski menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON), Iqbal menegaskan pembangunan infrastruktur olahraga tidak akan dilakukan secara berlebihan. Ia mengaku telah menerima arahan langsung dari Presiden agar penyelenggaraan PON dilakukan secara efisien.

Presiden, kata dia, meminta pemerintah daerah mengutamakan rehabilitasi fasilitas olahraga yang sudah ada dibanding membangun venue baru.

"Saya mendengar langsung arahan Presiden. Beliau meminta supaya efisien, jangan membangun fasilitas baru, tetapi merenovasi dan memperbaiki fasilitas yang sudah ada," katanya.

Salah satu fasilitas yang dipastikan akan direnovasi ialah Stadion GOR Turida agar memenuhi standar keselamatan dan keamanan untuk pelaksanaan PON.

Iqbal juga memastikan proyek jalan Port to Port Lembar–Kayangan akan menggunakan skema sharing cost antara pemerintah pusat dan daerah. Namun, ia mengakui kemampuan fiskal Pemprov NTB tidak memungkinkan untuk membiayai proyek senilai triliunan rupiah itu secara mandiri.

Menurutnya, kontribusi daerah kemungkinan difokuskan pada penyediaan dokumen perencanaan, studi kelayakan, hingga pembebasan lahan.

"Untuk Port to Port memang konsepnya sharing cost. Tetapi dengan kondisi fiskal sekarang, tidak mungkin provinsi membiayai sendiri proyek sebesar itu. Peran pemerintah pusat sangat penting," ujarnya.

Iqbal menyebut sinyal dukungan dari pemerintah pusat sudah mulai terlihat. "Alhamdulillah pemerintah pusat sudah memberikan lampu hijau untuk ikut membantu proyek Port to Port," katanya.

Selain itu, Pemprov NTB juga masih mengkaji skema pendanaan pembangunan jaringan irigasi Bendungan Meninting. Persoalan pembebasan lahan disebut masih menjadi tantangan sebelum jaringan irigasi dapat mengairi lahan pertanian di Lombok Barat dan Lombok Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....