Loteng Perkuat Pencegahan Gangguan Kerukunan Beragama Lewat Literasi Digital
- 23 Jul 2026 11:33 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Tim Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (PAKEM) Kabupaten Lombok Tengah terus mengedepankan langkah pencegahan untuk menjaga kerukunan umat beragama di tengah derasnya arus informasi di media sosial. Salah satu upaya yang diperkuat yakni peningkatan literasi digital, edukasi kepada masyarakat, serta deteksi dini terhadap berbagai informasi yang berpotensi memicu konflik sosial.
Upaya tersebut menjadi fokus dalam Rapat Koordinasi Tim PAKEM yang digelar di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Tengah. Pertemuan itu diikuti unsur Kementerian Agama, Kejaksaan Negeri Lombok Tengah, Polres Lombok Tengah, Kodim 1620/Lombok Tengah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Dinas Pendidikan, serta para penyuluh agama.
Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Lombok Tengah, Alfa Dera, melalui Kasubsi II Intelijen I Putu Gede Surya Trisnawan, mengatakan perkembangan media sosial menuntut seluruh pihak untuk lebih mengedepankan langkah antisipatif dibandingkan penindakan.
"Pendekatan yang kita lakukan harus tetap objektif, terukur, humanis, dan sesuai koridor hukum. Karena itu, koordinasi antara aparat penegak hukum, pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat menjadi sangat penting sebagai langkah deteksi dini dan pencegahan dini," ujarnya Rabu 22 Juli 2026.
Menurutnya, sinergi antarinstansi diperlukan agar potensi persoalan di masyarakat dapat dikenali sejak awal, sehingga penyelesaiannya dapat dilakukan melalui pendekatan persuasif dan edukatif.
Dalam rapat tersebut, para penyuluh agama juga menyampaikan bahwa media sosial kini menjadi salah satu media utama penyebaran berbagai informasi keagamaan, termasuk konten yang belum terverifikasi maupun berpotensi mengandung ujaran kebencian. Karena itu, masyarakat dinilai perlu dibekali kemampuan untuk memilah informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Tengah, H. Lalu Syahdi, meminta para penyuluh agama terus memperkuat komunikasi dengan masyarakat serta aktif memantau perkembangan di wilayah binaannya. Informasi dari masyarakat, menurutnya, menjadi bagian penting dalam sistem peringatan dini untuk mencegah munculnya persoalan yang lebih besar.
Hal senada disampaikan perwakilan Polres Lombok Tengah yang mengingatkan bahwa perkembangan teknologi informasi membuat penyebaran berbagai paham melalui ruang digital berlangsung sangat cepat. Oleh sebab itu, kewaspadaan dan kolaborasi seluruh pihak perlu terus ditingkatkan.
Selain itu, forum juga mengusulkan agar edukasi mengenai moderasi beragama, literasi digital, dan kesadaran hukum diperluas hingga ke lingkungan sekolah. Langkah tersebut diharapkan mampu membentuk generasi muda yang lebih kritis dalam menyaring informasi dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang berpotensi memecah belah persatuan.
Sebagai tindak lanjut, Tim PAKEM akan memperkuat koordinasi dengan penyuluh agama, meningkatkan pemantauan terhadap perkembangan informasi di masyarakat, serta menggelar forum lintas agama sebagai upaya memperkuat toleransi dan menjaga kondusivitas daerah.
Pihaknya menegaskan bahwa peran Tim PAKEM tidak hanya berfokus pada pengawasan, tetapi lebih mengutamakan langkah preventif melalui edukasi, pembinaan, dan penguatan koordinasi. Dengan pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin bijak menggunakan media sosial, mampu menyaring informasi secara kritis, serta terus menjaga kerukunan dan persatuan di Kabupaten Lombok Tengah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....