Pemprov NTB Dorong Pemanfaatan Pekarangan untuk Urban Farming

  • 15 Jul 2026 09:14 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Pemerintah Provinsi NTB mendorong pemanfaatan pekarangan untuk urban farming bagi masyarakat perkotaan dengan lahan terbatas menggunakan media tanam polybag dan sistem hidroponik.
  • Teknik budidaya tanaman di kawasan perkotaan pada dasarnya tidak berbeda signifikan dengan budidaya di pedesaan, hanya perbedaan media tanam sesuai kondisi lahan yang tersedia.
  • Berbagai komoditas hortikultura seperti sayuran, cabai, tomat, dan tanaman pangan lainnya dapat dibudidayakan melalui urban farming untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga secara mandiri.
  • Melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan di perkotaan dan lahan pertanian di pedesaan, Pemerintah NTB berharap meningkatkan produksi pangan dan memperkuat ketahanan pangan daerah serta kemandirian pangan rumah tangga.

RRI.CO.ID, Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mendorong pemanfaatan pekarangan sebagai bagian dari pengembangan urban farming, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan perkotaan dengan lahan terbatas.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB, Lalu Mirza Amir Hamzah, mengatakan teknik budidaya tanaman di kawasan perkotaan pada dasarnya tidak berbeda secara signifikan dengan budidaya di pedesaan. Perbedaan utamanya terletak pada media tanam yang digunakan sesuai dengan kondisi lahan yang tersedia.

"Pertanaman di pekarangan itu arahnya untuk urban farming yang memang lahan-lahan sempit dan itu diperkotaan yang diarahkan," kata Mirza, Rabu 15 Juli 2026.

Ia menjelaskan, masyarakat yang tinggal di wilayah perkotaan dapat memanfaatkan pekarangan rumah dengan menggunakan media tanam seperti polybag maupun sistem hidroponik. Berbagai komoditas hortikultura, seperti sayuran, cabai, tomat, hingga tanaman pangan lainnya dapat dibudidayakan melalui metode tersebut.

Menurut Mirza, konsep urban farming menjadi solusi bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan lahan, sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga secara mandiri.

Sementara itu, masyarakat yang memiliki lahan lebih luas di kawasan pedesaan tetap diarahkan untuk memaksimalkan budidaya di lahan pertanian maupun sawah agar produktivitas tetap terjaga.

"Sebenarnya budidaya tehniknya sama saja. Medianya kalau lahan sempit itu (urban) menggunakan polybag dan sistem hidroponik juga pemanfaatannya di situ," ungkapanya.

Melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan di kawasan perkotaan serta lahan pertanian di pedesaan, Pemerintah Provinsi NTB berharap produksi pangan masyarakat terus meningkat. Langkah tersebut juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendorong kemandirian pangan di tingkat rumah tangga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....