MAN Lombok Barat Perketat Aturan Berkendara Demi Lindungi Keselamatan Siswa

  • 14 Jul 2026 14:39 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat - Kesadaran berlalu lintas menjadi perhatian serius Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lombok Barat. Di tengah berbagai wacana mengenai larangan berkendara bagi pelajar di bawah umur, pihak madrasah menegaskan bahwa hingga kini belum ada instruksi resmi yang melarang siswa datang ke sekolah menggunakan sepeda motor. Namun, aspek keselamatan dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas tetap menjadi prioritas utama.

Kepala MAN Lombok Barat, H. Kemas Burhan, S.Pd., M.Pd., mengatakan pihaknya terus mengingatkan seluruh siswa agar mengutamakan keamanan saat berkendara menuju madrasah.

"Di Kabupaten Lombok Barat memang belum ada instruksi seperti itu. Pada kegiatan Mata Muda kemarin, narasumber dari Kepolisian, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), serta Jasa Raharja juga menyampaikan bahwa yang paling penting adalah siswa harus tertib dalam berkendara," ujarnya, Selasa 14 Juli 2026.

Menurutnya, materi yang disampaikan para narasumber menitikberatkan pada kepatuhan terhadap aturan lalu lintas. Karena itu, setiap siswa yang datang menggunakan kendaraan bermotor diwajibkan memenuhi seluruh persyaratan keselamatan maupun administrasi.

"Anak-anak harus menggunakan helm berstandar, membawa kelengkapan administrasi seperti STNK maupun SIM sesuai ketentuan. Kalau seluruh persyaratan itu lengkap, tidak menjadi masalah mereka berkendara menuju madrasah," katanya.

Selain mengingatkan soal kelengkapan berkendara, pihak sekolah juga menghadapi tantangan terkait keterbatasan fasilitas parkir. Seiring meningkatnya jumlah peserta didik setiap tahun, kapasitas lahan parkir yang tersedia belum mampu menampung seluruh kendaraan siswa.

"Kami memang belum bisa menyiapkan area parkir yang benar-benar khusus karena keterbatasan lahan. Namun persoalan ini sudah kami bahas bersama komite sekolah, masyarakat, serta para wali murid karena jumlah siswa terus meningkat," tegasnya.

Meski demikian, edukasi mengenai budaya berkendara aman terus dilakukan secara berkelanjutan. Kepala madrasah bersama para guru rutin mengingatkan siswa agar memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak sebelum berangkat ke sekolah.

"Kami selalu mengingatkan anak-anak agar berhati-hati di jalan. Pastikan helm dipakai, ban kendaraan dalam kondisi baik, perlengkapan kendaraan lengkap, sehingga perjalanan menuju madrasah berlangsung aman dan mereka tidak terlambat," ucapnya.

Pengawasan juga dilakukan terhadap kondisi kendaraan siswa di lingkungan madrasah. Bahkan, petugas dan guru tidak segan memeriksa kendaraan apabila ditemukan pelanggaran, termasuk penggunaan knalpot yang tidak sesuai aturan.

"Kalau ada siswa yang menggunakan knalpot tidak sesuai ketentuan, kami langsung meminta agar diganti. Ini adalah madrasah, sehingga kami ingin seluruh siswa tampil tertib, rapi, dan tetap menghormati lingkungan sekitar," katanya menegaskan.

H. Kemas Burhan berharap budaya disiplin berlalu lintas dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter peserta didik. Menurutnya, siswa tidak hanya dituntut berprestasi di bidang akademik, tetapi juga mampu menjadi pelopor keselamatan berkendara di tengah masyarakat.

"Harapan kami, meskipun menggunakan kendaraan bermotor, anak-anak tetap menjadi contoh dalam berkendara yang tertib, rapi, aman, serta tidak mengganggu pengguna jalan lainnya," katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....