Gerakan Ayah Antar Anak Dinilai Perkuat Mental Siswa Baru

  • 13 Jul 2026 14:54 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Kota Mataram menilai Gerakan Ayah Mengantar Anak pada hari pertama masuk sekolah memberikan dampak positif terhadap kesiapan mental peserta didik dalam memulai tahun ajaran baru.

Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana mengatakan kehadiran orang tua di momen tersebut menjadi bentuk dukungan emosional yang penting bagi anak, terutama saat memasuki lingkungan sekolah yang baru.

Saat meninjau pelaksanaan hari pertama sekolah di sejumlah sekolah di Kota Mataram, Mohan mengapresiasi tingginya partisipasi orang tua yang mengantar anak hingga ke sekolah. Menurutnya, gerakan tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi diharapkan dapat menjadi kebiasaan bagi keluarga yang memiliki waktu untuk mendampingi anak.

"Kalau memungkinkan, orang tua mengantar anak minimal sampai gerbang sekolah. Kehadiran itu memberi rasa aman dan membuat anak merasa diperhatikan," ujarnya, Senin 13 Juli 2026.

Mohan menjelaskan, anak-anak usia sekolah dasar hingga menengah sedang berada pada fase perkembangan emosional yang membutuhkan perhatian, kasih sayang, dan motivasi dari keluarga. Apabila ayah tidak dapat mendampingi, peran tersebut dapat digantikan oleh ibu, paman, atau anggota keluarga lainnya.

"Yang penting anak merasa ada yang melindungi, menghargai, dan memotivasi mereka. Komunikasi sederhana setiap hari sangat penting untuk membangun kepercayaan diri anak," katanya.

Selain peran keluarga, ia juga meminta guru lebih peka terhadap perkembangan psikologis peserta didik selama proses belajar mengajar. Menurutnya, tugas guru tidak sebatas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga membimbing karakter dan memperhatikan setiap perubahan perilaku anak.

"Kalau guru hanya mentransfer ilmu, peran itu suatu saat bisa digantikan teknologi. Tetapi membimbing dan mendampingi anak tidak bisa digantikan," ucap Mohan menegaskan.

Mohan berharap sinergi antara keluarga, sekolah, dan peserta didik terus diperkuat agar tercipta lingkungan pendidikan yang sehat dan menyenangkan. Anak-anak yang masuk SD maupun SMP sambungnya harus merasakan kebahagiaan menjadi anak-anak.

"Soal menjadi pintar ada waktunya, tetapi yang lebih penting adalah mereka tumbuh dengan rasa aman, percaya diri, dan bahagia," ujar Mohan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....