Mori Hanafi Minta Irigasi Bendungan Meninting Dipercepat, Ini Respon Menteri PU
- 13 Jul 2026 12:48 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Bendungan Meninting yang diresmikan Presiden Prabowo belum bisa dimanfaatkan optimal karena jaringan irigasinya belum dibangun, padahal bendungan senilai Rp1,4 triliun ini dibangun sejak 2018 hingga 2025.
- Anggota Komisi V DPR RI Mori Hanafi meminta pemerintah segera mengalokasikan anggaran Rp200-250 miliar untuk pembangunan jaringan irigasi sepanjang 25,72 kilometer di Bendungan Meninting.
- Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan jaringan irigasi harus menyertai pembangunan bendungan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, dengan potensi mengairi 1.600 hektare lahan pertanian pada tahap awal.
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi, meminta pemerintah segera membangun jaringan irigasi Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat. Menurut dia, bendungan yang baru diresmikan Presiden Prabowo Subianto itu belum bisa dimanfaatkan secara optimal karena saluran irigasinya belum tersedia.
"Saya selalu meminta agar pembangunan jaringan irigasi tidak ditunda lagi. Bendungan ini harus segera memberi manfaat bagi petani, mulai dari Lombok Barat, Lombok Tengah, hingga mendukung penyediaan air baku untuk Kota Mataram," kata Mori usai menghadiri peresmian Bendungan Meninting, Jumat 10 Juli 2026.
Ketua DPW Partai NasDem NTB itu mengatakan pembangunan jaringan irigasi membutuhkan anggaran sekitar Rp200 miliar hingga Rp250 miliar. Ia mengaku terus mendorong pengalokasian anggaran tersebut dalam setiap pembahasan bersama Kementerian Pekerjaan Umum.
Ia menilai persoalan serupa juga terjadi di sejumlah bendungan lain di NTB. Ia mencontohkan Bendungan Mila dan Bendungan Tanju di Kabupaten Dompu yang hingga kini belum memiliki jaringan irigasi yang memadai.
Akibatnya, air yang tersimpan di bendungan belum dapat dimanfaatkan maksimal untuk mengairi lahan pertanian.
Menurut Mori, Bendungan Meninting yang dibangun sejak 2018 hingga 2025 dengan nilai investasi sekitar Rp1,4 triliun itu seharusnya mampu mengairi lebih dari 2.000 hektare sawah apabila jaringan irigasinya selesai dibangun.
"Kalau saluran irigasinya terbangun, bendungan ini bisa mengairi lebih dari 2.000 hektare sawah. Selain itu, jaringan SPAM juga dapat memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Lombok Barat dan Kota Mataram," ujarnya.
Ia berharap pembangunan jaringan irigasi sepanjang sekitar 25,72 kilometer dapat segera dimulai agar tidak terkendala persoalan pembebasan lahan di kemudian hari.
Saat ini, kata Mori, fungsi Bendungan Meninting masih terbatas untuk pengendalian banjir dan penyediaan air baku. Sementara fungsi irigasi dan pembangkit listrik belum berjalan karena infrastruktur pendukung belum tersedia.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bendungan yang dibangun pemerintah harus diikuti dengan penyediaan jaringan irigasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. "Bendungan tidak cukup hanya selesai dibangun. Jaringan irigasi harus ada supaya airnya bisa dimanfaatkan untuk mengairi sawah," kata Dody.
Ia menjelaskan jaringan irigasi Bendungan Meninting telah direncanakan melayani wilayah Lombok Barat hingga Lombok Tengah. Panjang saluran diperkirakan mencapai hampir 30 kilometer dengan potensi mengairi sekitar 1.600 hektare lahan pertanian pada tahap awal.
Menurut Dody, pemerintah juga akan menambah jaringan irigasi ke arah Lombok Tengah agar cakupan layanan air pertanian semakin luas. Untuk wilayah Lombok bagian selatan yang kerap mengalami kekeringan, pemerintah lebih memilih membangun embung dibanding bendungan besar.
"Untuk daerah selatan, pendekatan yang lebih efektif adalah membangun banyak embung. Kondisi wilayahnya memang lebih cocok dengan skema itu," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....