Loteng Pastikan Ketersediaan Air untuk Jaga Ketahanan Pangan

  • 19 Jun 2026 13:03 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mulai mengantisipasi dampak musim kemarau dan fenomena El Nino terhadap sektor pertanian guna menjaga ketahanan pangan daerah. Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah memastikan ketersediaan air irigasi bagi petani, terutama yang sedang memasuki masa tanam dan menjelang panen.

Wakil Bupati Lombok Tengah, HM Nursiah, mengatakan kondisi El Nino berpotensi memicu kekeringan yang dapat memengaruhi produktivitas pertanian. Karena itu, pemerintah terus memantau ketersediaan air yang bersumber dari bendungan maupun jaringan irigasi teknis.

Menurutnya, pengelola sumber daya air bersama instansi terkait telah diminta melakukan analisis dan pemetaan ketersediaan air untuk memastikan kebutuhan petani tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.

“Yang paling penting saat ini adalah memastikan pasokan air bagi petani, terutama yang mengandalkan jaringan irigasi dari bendungan dan sumber-sumber air lainnya. Ketersediaan air harus terus dipantau agar produksi pertanian tidak terganggu,” ujarnya, Kamis 18 Juni 2026.

Nursiah menjelaskan, petani yang berada di wilayah layanan irigasi teknis masih relatif aman karena distribusi air dapat diatur sesuai kebutuhan. Namun, perhatian khusus diberikan kepada petani yang lahannya masih bergantung pada curah hujan karena lebih rentan terdampak kekeringan.

Untuk membantu petani di daerah tersebut, pemerintah mendorong pemanfaatan pompa air dan berbagai upaya lain guna menjaga pasokan air ke lahan pertanian. Meski demikian, ia mengakui fasilitas tersebut masih terbatas sehingga diperlukan pengelolaan yang lebih efektif dan kolaborasi berbagai pihak.

Selain menjaga ketersediaan air, pemerintah juga terus memantau kondisi produksi pangan strategis seperti padi, cabai, komoditas hortikultura, hingga sektor peternakan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketahanan pangan daerah tetap terjaga sekaligus mengantisipasi potensi gejolak harga akibat berkurangnya produksi.

“Ketahanan pangan tidak hanya soal produksi, tetapi juga bagaimana pemerintah melakukan inovasi dan koordinasi agar pasokan tetap tersedia dan harga tetap terkendali,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemkab Lombok Tengah juga menjalankan berbagai program pengendalian inflasi dan stabilisasi pasokan pangan, termasuk melalui gerakan pangan murah serta kerja sama dengan berbagai pihak dalam penyediaan kebutuhan pokok masyarakat.

Meski menghadapi ancaman El Nino, Nursiah memastikan kondisi cadangan air di sejumlah bendungan di Lombok Tengah saat ini masih dalam kondisi aman. Ketersediaan air tersebut dinilai cukup untuk mendukung musim tanam kedua yang sedang berlangsung.

“Dari hasil pemantauan, kondisi air bendungan masih aman. Kami optimistis musim tanam kedua dapat berjalan baik dan petani bisa memperoleh hasil panen yang maksimal,” ujarnya. .

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....