Bantuan Mesin Jahit Jadi Modal UMKM di Mataram Naik Kelas

  • 09 Jul 2026 18:33 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID.Mataram-Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disperinkop UKM) Kota Mataram memperkuat upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan menyalurkan 50 unit mesin jahit kepada peserta yang telah menyelesaikan pelatihan menjahit. Bantuan tersebut menjadi modal awal bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru di enam kecamatan di Kota Mataram.

Kepala Disperinkop UKM Kota Mataram, Jemmy Nelwan, mengatakan seluruh penerima bantuan telah mengikuti pelatihan menjahit yang digelar pada awal Juni 2026. Menurutnya, peserta memiliki kemampuan yang beragam, mulai dari pemula hingga yang sudah memiliki keterampilan dasar.

"Mereka yang menerima mesin jahit telah mengikuti pelatihan yang kami laksanakan. Setelah mendapatkan bekal keterampilan, kami berharap bantuan ini menjadi modal untuk mulai mengembangkan usaha secara mandiri," ujarnya.Kamis 9 Juli 2026.

Ia menjelaskan, pelatihan berlangsung selama empat hari dengan materi dasar menjahit, kemudian dilanjutkan pendampingan agar peserta mampu menghasilkan produk yang bernilai jual dan terus berinovasi. Program tersebut dibiayai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dengan alokasi sekitar Rp2 miliar yang juga digunakan untuk mendukung sejumlah pelatihan usaha produktif lainnya.

Jemmy menambahkan, proses rekrutmen peserta dilakukan secara terbuka melalui tautan pendaftaran yang ditujukan bagi masyarakat kategori desil 1 hingga 5. Langkah itu dilakukan agar bantuan pemerintah tepat sasaran dan mampu memperkuat ekonomi keluarga berpenghasilan rendah.

"Kami ingin pelatihan dan bantuan mesin jahit ini menjadi sarana pemberdayaan masyarakat sekaligus bagian dari upaya pengentasan kemiskinan melalui usaha produktif," katanya.

Disperinkop UKM memastikan pendampingan tidak berhenti setelah bantuan disalurkan. Perkembangan usaha para peserta akan terus dipantau, termasuk membuka kesempatan mengikuti pelatihan lanjutan agar mereka mampu membuat berbagai model pakaian dan meningkatkan daya saing usahanya.

"Dengan bantuan mesin jahit diharapkan tidak hanya menjadi alat produksi, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi tumbuhnya UMKM yang lebih mandiri dan berkelanjutan di Kota Mataram." Ujarnya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....