Kemarau Tidak Hambat Produksi Padi, Target Swasembada Pangan Optimis Tercapai
- 08 Jul 2026 05:28 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur : Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur memastikan kondisi tanaman padi pada musim tanam kemarau tetap berada dalam kondisi baik. Meski telah memasuki musim kemarau kedua (MK II), pemerintah daerah optimis target swasembada pangan dapat tercapai melalui penguatan pendampingan kepada petani serta penyediaan sarana dan prasarana produksi.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur, Zukiadi, mengatakan kondisi pertanaman padi di musim tanam kemarau kedua masih tergolong baik. Menurutnya, serangan organisme pengganggu tanaman, baik hama maupun penyakit, masih relatif rendah sehingga peluang peningkatan produksi padi tetap terbuka.
"Meskipun saat ini memasuki musim kemarau kedua, kondisi tanaman padi masih cukup baik dan serangan hama maupun penyakit relatif rendah. Kami optimis produksi padi tetap meningkat untuk mendukung program swasembada pangan," ujar Zukiadi. Selasa, 7 Juli 2026.
Hingga Juli 2026, realisasi luas tanam padi yang meliputi padi reguler, padi oplah, dan padi gogo telah mencapai 56.732 hektare atau mendekati target tahunan seluas 62.684 hektare. Pemerintah juga memberikan kepastian harga melalui Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram guna memberikan jaminan pasar sekaligus meningkatkan semangat petani dalam mengembangkan usaha tani.
Menurut Zukiadi, ancaman El Nino tetap menjadi perhatian karena berpotensi memperpanjang musim kemarau. Untuk mengantisipasi dampaknya, pemerintah telah memfasilitasi petani melalui pemanfaatan berbagai sumber air, seperti jaringan irigasi, pembangunan sumur dalam dan sumur dangkal, irigasi perpompaan, hingga sistem perpipaan agar kebutuhan air bagi lahan pertanian tetap terpenuhi.
Selain memperkuat infrastruktur pengairan, pemerintah juga terus mengawal program swasembada pangan melalui pendampingan intensif oleh penyuluh pertanian lapangan. Pendampingan dilakukan mulai dari pemantauan luas tambah tanam, bimbingan teknis budidaya, hingga pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi dan bantuan benih kepada petani.
"Kami mengimbau petani untuk memanfaatkan air secara hemat, memilih varietas yang lebih tahan terhadap kekeringan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan organisme pengganggu tanaman yang berpotensi meningkat saat suhu udara lebih tinggi," tambah Zukiadi.
Dengan dukungan infrastruktur pengairan, pendampingan yang berkelanjutan, serta partisipasi aktif petani, Dinas Pertanian Lombok Timur optimis target swasembada pangan tahun 2026 dapat tercapai. Ini sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....