Mataram Bidik Ekonomi Tumbuh 6,03 Persen

  • 08 Jul 2026 05:30 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID.Mataram-Pemerintah Kota Mataram memasang target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,03 persen pada 2026, lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai 5,44 persen. Target tersebut ditetapkan sebagai bagian dari strategi mempercepat pemulihan ekonomi daerah sekaligus mengawal pencapaian sasaran pembangunan jangka menengah hingga 2030.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mataram, Lalu Bramantyo Ganeru, mengatakan target tersebut disusun berdasarkan arah kebijakan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Menurutnya, kenaikan target masih realistis mengingat RPJMD menargetkan pertumbuhan ekonomi Kota Mataram mencapai 8 persen pada 2030.

"Data BPS menunjukkan pertumbuhan ekonomi Kota Mataram pada 2025 sebesar 5,44 persen. Karena itu, target 6,03 persen bukan sesuatu yang berlebihan, tetapi menjadi tahapan menuju sasaran RPJMD," ujarnya.Selasa 7 Juli 2026.

Meski demikian, Bramantyo mengakui target tersebut menjadi tantangan tersendiri di tengah daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. Karena itu, pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan belanja APBD, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi melalui sektor perdagangan dan jasa yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian Kota Mataram.

"Pertumbuhan ekonomi tidak hanya bergantung pada APBD, tetapi juga pada geliat sektor perdagangan dan jasa," katanya.

Dari sisi belanja daerah, Pemkot akan memanfaatkan program-program yang bersifat stimulus agar mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian. Salah satu strategi yang disiapkan adalah mempercepat pelaksanaan proyek-proyek fisik yang dibiayai APBD sehingga mampu menggerakkan sektor konstruksi, meningkatkan permintaan barang dan jasa, serta membuka peluang kerja bagi masyarakat.

Menurutnya, pembangunan lanjutan Kantor Wali Kota Mataram menjadi salah satu proyek yang diharapkan memberi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja dan aktivitas usaha pendukung. Dengan kombinasi penguatan sektor perdagangan, jasa, dan percepatan investasi pemerintah.

"Kami optimistis target pertumbuhan ekonomi 6,03 persen pada 2026 dapat dicapai sekaligus menjadi pijakan menuju target 8 persen pada akhir periode RPJMD." Katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....