Dinkes Mataram Ingatkan Hoaks Jangan Hambat Vaksin HPV
- 11 Agt 2026 15:39 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram meminta orang tua tidak terpengaruh hoaks terkait vaksin Human Papillomavirus (HPV) yang diberikan gratis kepada anak perempuan. Imbauan ini disampaikan untuk memastikan program imunisasi HPV berjalan optimal sebagai upaya mencegah infeksi virus penyebab utama kanker serviks.
Kepala Dinkes Kota Mataram dr. H. Emirald Isfihan mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap keamanan vaksin HPV yang menjadi bagian dari program imunisasi pemerintah sekaligus membangun kekebalan kelompok (herd immunity).
“Jangan ada resistensi, jangan ada hoaks yang mengatakan vaksin ini berbahaya. Yakin saja terhadap program ini, karena ini sangat baik untuk kesehatan dan masa depan anak-anak kita,” katanya, Selasa 11 Agustus 2026.
Program imunisasi HPV pada 2026 menyasar 7.851 anak perempuan di sekitar 202 sekolah negeri dan swasta se-Kota Mataram. Sasaran tersebut terdiri atas 4.093 siswi kelas V SD atau anak perempuan usia 11 tahun serta 3.758 remaja perempuan usia 15 tahun atau siswi kelas IX SMP yang sebelumnya belum memperoleh vaksin HPV.
Dinkes Mataram menargetkan cakupan imunisasi HPV tahun ini mencapai 100 persen, meningkat dari capaian 79 persen pada 2025. Menurut Emirald, tingginya cakupan vaksinasi penting bukan hanya untuk melindungi anak yang menerima vaksin, tetapi juga memperkuat perlindungan masyarakat melalui herd immunity.
“Kalau memang butuh sosialisasi lebih, kami siap hadirkan ahlinya untuk mensosialisasikan. Yang penting jangan ada penolakan,” ujarnya.
Karena itu, Dinkes Mataram mengajak orang tua mendukung pelaksanaan vaksinasi HPV di sekolah dan memastikan anak memperoleh imunisasi sesuai sasaran. Pemerintah menilai vaksinasi sejak usia yang ditentukan merupakan investasi kesehatan jangka panjang.
"Kami minta dukungan orang tua karena upaya ini untuk menekan risiko kanker serviks dan mencegah dampak yang lebih luas terhadap kesehatan masyarakat di masa mendatang," kata Emirald berharap.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....