Pemerintah Lombok Barat Siaga Penuh Jaga Stok Pangan Hadapi El Nino

  • 07 Jul 2026 14:58 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat memastikan ketersediaan cadangan pangan tetap aman dalam menghadapi ancaman musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino. Berbagai langkah strategis disiapkan, mulai dari penyediaan stok beras darurat, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, hingga mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga.

Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DKP dan Ketahanan Pangan) Kabupaten Lombok Barat, Afgan Kusumanegara, menegaskan pihaknya telah menyiapkan cadangan beras pemerintah yang disimpan di Perum Bulog sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kondisi darurat yang berdampak terhadap masyarakat.

"Jadi, di Dinas Kelautan, Perikanan, dan Ketahanan Pangan kami masih mempunyai cadangan beras sebanyak 60 ton yang disimpan di Bulog. Cadangan tersebut akan dipergunakan sewaktu-waktu apabila terjadi bencana, baik bagi nelayan yang tidak bisa melaut maupun apabila terjadi gagal panen yang sifatnya masif," ujarnya, Selasa 7 Juli 2026.

Ia menjelaskan, penyaluran cadangan beras tersebut akan dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku dan berdasarkan arahan Bupati Lombok Barat apabila situasi darurat benar-benar terjadi.

"Di situlah nanti beras tersebut akan kami keluarkan sesuai dengan perintah Bupati," katanya.

Selain menyiapkan cadangan pangan, Afgan juga mengimbau para petani agar menyesuaikan pola tanam dengan kondisi iklim yang saat ini memasuki musim kemarau lebih panjang. Menurutnya, pemilihan komoditas yang tepat menjadi salah satu kunci menjaga produktivitas pertanian.

"Saya menghimbau para petani agar menyesuaikan jenis tanaman dengan kondisi iklim dan cuaca saat ini. Pilihlah tanaman yang berumur pendek sehingga lebih cepat dipanen," ucapnya.

Di sisi lain, masyarakat juga didorong untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah dengan menanam berbagai jenis sayuran dan tanaman semusim. Langkah sederhana tersebut dinilai mampu mengurangi pengeluaran rumah tangga sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.

"Kami mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam sayur-sayuran maupun tanaman semusim untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sehingga dapat mengurangi biaya belanja rumah tangga," katanya.

Sebagai bentuk intervensi terhadap stabilitas harga pangan, DKP dan Ketahanan Pangan Lombok Barat juga terus mengoperasikan kios pangan yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.

"Setiap hari kami membuka kios pangan di depan kantor dinas sehingga masyarakat bisa berbelanja dengan harga yang lebih murah dari pasaran," ujarnya.

Tidak hanya itu, hingga Desember mendatang pemerintah daerah juga akan menggelar Gerakan Pangan Murah sebanyak empat kali yang akan dilaksanakan secara bergilir di sejumlah kecamatan.

"Sampai bulan Desember kami akan melaksanakan Gerakan Pangan Murah sebanyak empat kali di beberapa kecamatan yang nantinya dipilih sebagai lokasi pelaksanaan untuk menjual kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau," katanya.

Dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis rumah tangga, DKP dan Ketahanan Pangan juga terus menyalurkan bibit sayuran kepada kelompok masyarakat, khususnya Kelompok Perempuan Kepala Keluarga (PEKA).

Afgan mengungkapkan, salah satu program tersebut telah berjalan di Kecamatan Lingsar melalui pembangunan demplot pertanian yang kini mulai menunjukkan hasil.

"Kami sudah mulai mendistribusikan bibit sayuran kepada kelompok-kelompok wanita. Salah satunya melalui demplot di Lingsar bekerja sama dengan kelompok PEKA. Kami membantu bibit sekaligus memberikan pendampingan dalam proses budidaya, dan sekarang hasil sayur-sayurannya sudah mulai dipanen," ujarnya.

Program tersebut tidak hanya bertujuan memperkuat ketahanan pangan keluarga, tetapi juga membuka peluang tambahan penghasilan bagi masyarakat.

"Dampaknya bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga dapat menambah penghasilan sekaligus meminimalisir pengeluaran rumah tangga," tegasnya.

Terkait kesiapan distribusi cadangan beras pemerintah, Afgan memastikan koordinasi dengan Perum Bulog terus berjalan. Beras yang disimpan dapat diambil sewaktu-waktu apabila dibutuhkan dalam kondisi darurat.

"Untuk pengadaan beras kami bekerja sama dengan Bulog. Cadangan tersebut dapat diambil setiap saat ketika dibutuhkan. Lokasi pengambilannya berada di Gudang Bulog Wilayah Utara Dasan Cermen maupun Gudang Bulog Wilayah Timur di Puyung," katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....