Disdik Mataram Ingin Seleksi SPMB Berbasis TKA

  • 06 Jul 2026 17:51 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Dinas Pendidikan Kota Mataram mengusulkan agar Tes Kemampuan Akademik (TKA) dijadikan syarat utama dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP dan SMA. Usulan tersebut disampaikan menyusul tingginya partisipasi peserta TKA di Kota Mataram yang mencapai sekitar 98 persen, sehingga dinilai telah siap menjadi instrumen seleksi yang lebih objektif dan seragam.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf Zain, mengatakan penerapan TKA sebagai acuan tunggal diyakini mampu menghadirkan sistem seleksi yang lebih adil dibandingkan penggunaan nilai rapor maupun mekanisme lainnya. Menurutnya, hasil TKA memiliki standar penilaian yang sama bagi seluruh peserta sehingga dapat meminimalkan perbedaan kualitas penilaian antar sekolah.

"Kami berharap pemerintah pusat mewajibkan TKA sebagai satu-satunya acuan penerimaan siswa di jenjang SMP maupun SMA. Dengan sistem berbasis nilai TKA, proses seleksi akan lebih objektif dan mudah diterapkan," ujarnya, Senin 6 Juli 2026.

Yusuf menegaskan usulan tersebut masih menunggu kajian pemerintah pusat. Namun, secara teknis pelaksanaannya dinilai tidak akan menemui kendala karena seluruh proses SPMB saat ini telah menggunakan sistem berbasis aplikasi.

"Ini masih sebatas usulan. Nantinya pemerintah pusat yang akan mengkaji, tetapi dari sisi sistem sudah sangat memungkinkan karena seluruh proses seleksi dilakukan secara digital," katanya.

Selain mengusulkan penguatan peran TKA, Dinas Pendidikan juga meminta pemerintah mengevaluasi jalur domisili dalam SPMB. Menurut Yusuf, jalur yang awalnya dirancang untuk pemerataan akses pendidikan justru kerap memunculkan persoalan dan polemik saat proses penerimaan peserta didik baru berlangsung.

"Dengan seleksi yang sepenuhnya berbasis kompetensi melalui TKA, Kami menilai proses penerimaan siswa baru akan menjadi lebih sederhana, transparan, dan akuntabel tapi tentu kami hanya mengusulkan apapun hasilnya kami tetap akan melaksanakan dengan maksima," ujar Yusuf.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....