Pemprov NTB Nyatakan Kesiapan Penuh Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU

  • 05 Jul 2026 15:15 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Keputusan akhir tuan rumah Muktamar ke-35 NU akan diumumkan setelah rapat pleno PBNU, seiring dengan survei yang juga dilakukan di Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Sumatra Barat
  • Perhelatan Muktamar ke-35 diharapkan memberikan dampak spiritual, nilai tambah ekonomi, dan kebermanfaatan bagi masyarakat luas, khususnya di sekitar lokasi kegiatan
  • Pemerintah Provinsi NTB menegaskan komitmen penuh dan siap memberikan dukungan optimal, baik teknis maupun penganggaran untuk kesuksesan Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan Agustus 2026

RRI CO.ID, Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan komitmen penuh untuk menyukseskan penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang direncanakan berlangsung pada Agustus 2026 mendatang. Kesiapan ini disampaikan dalam rangka menyambut kedatangan Tim Survei PBNU di Lombok, Minggu 5 Juli 2026.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda NTB, H. Amir, S.Pd., M.M., yang mewakili Pemerintah Provinsi, menyatakan bahwa pihaknya siap memberikan dukungan optimal, baik dari sisi teknis maupun penganggaran. Koordinasi intensif pun terus dilakukan guna memastikan seluruh persiapan berjalan matang.

"Pemerintah Provinsi NTB memberikan apresiasi dan dukungan penuh atas inisiatif menjadikan NTB sebagai salah satu kandidat tuan rumah Muktamar ke-35. Kami berkomitmen untuk memfasilitasi seluruh kebutuhan demi kelancaran dan kesuksesan perhelatan besar ini," ujar H. Amir di sela-sela peninjauan di Pondok Pesantren Qamarul Huda, Bagu, Lombok Tengah.

Lebih lanjut, H. Amir berharap kehadiran para ulama dan peserta muktamar dari seluruh penjuru tanah air nantinya akan membawa berkah bagi NTB. Selain dampak spiritual, perhelatan ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi dan kebermanfaatan bagi masyarakat luas, khususnya di sekitar lokasi kegiatan.

Dalam rangkaian kunjungan tim survei, Pemprov NTB memfasilitasi peninjauan di tiga lokasi strategis yang dinilai layak menjadi arena utama muktamar, yakni, Pondok Pesantren Qamarul Huda, Bagu, Lombok Tengah, Pondok Pesantren Islahuddiny, Kediri, Lombok Barat dan Pondok Pesantren Al-Falah, Pagutan - Kota Mataram.

Pemprov NTB berharap hasil peninjauan ini dapat memberikan gambaran komprehensif bagi PBNU dalam memilih lokasi yang paling representatif untuk menyambut ribuan peserta muktamar.

Sementara itu, Ketua Tim Survei PBNU, Prof. Dr. KH. M. Asrorun Ni'am Sholeh, M.A., menjelaskan bahwa kehadiran tim bertujuan melakukan penilaian lapangan secara objektif. Terdapat tiga parameter utama yang menjadi fokus penilaian yakni, Infrastruktur & Fasilitas: Evaluasi venue utama, akomodasi, serta aksesibilitas transportasi, Manajemen Teknis: Analisis kesiapan pendanaan, sistem keamanan, dan manajemen konsumsi dan Mitigasi Waktu: Efisiensi kesiapan lokasi dalam mengakomodasi rangkaian acara yang inklusif mengingat waktu pelaksanaan yang semakin dekat.

"Hasil dari survei lapangan ini akan disusun menjadi laporan objektif yang nantinya diserahkan kepada jajaran Syuriyah-Tanfidziyah PBNU sebagai bahan pertimbangan krusial dalam pengambilan keputusan," jelas Prof. Asrorun.

Selain NTB, tim survei PBNU juga tengah melakukan peninjauan di sejumlah wilayah potensial lainnya, termasuk Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Sumatra Barat. Keputusan akhir mengenai tuan rumah Muktamar ke-35 akan segera diumumkan setelah melalui rapat pleno PBNU.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....