Hari Kebaya Nasional, Mohan Ajak Perempuan NTB Jaga Warisan Budaya Bangsa
- 02 Agt 2026 14:54 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perempuan Indonesia Maju (PIM) Kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat (NTB) bukan sekadar agenda organisasi. Momentum yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Kebaya Nasional 2026, HUT ke-81 Republik Indonesia, dan HUT ke-33 Kota Mataram itu menjadi penegasan bahwa pemberdayaan perempuan dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan sebagai fondasi pembangunan daerah.
Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, berharap kepengurusan baru PIM NTB mampu menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab serta menghadirkan manfaat nyata bagi perempuan di seluruh wilayah NTB.
"Harapan kami, Perempuan Indonesia Maju di DPD Provinsi NTB dapat melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik, memberikan kemanfaatan, serta memberdayakan perempuan di Nusa Tenggara Barat dengan penuh rasa tanggung jawab sehingga karya-karya perempuan NTB benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," kata Mohan saat menghadiri pelantikan di taman Sangkareang Minggu 2 Agustus 2026.
Menurut Mohan, organisasi perempuan memiliki posisi strategis dalam memperkuat pembangunan sosial dan ekonomi. Kehadiran PIM di tingkat kabupaten/kota diharapkan mampu menjadi ruang kolaborasi bagi perempuan untuk meningkatkan kapasitas, mengembangkan kreativitas, hingga menciptakan peluang usaha yang berdampak pada kesejahteraan keluarga.
Ia menilai pelantikan yang bertepatan dengan Hari Kebaya Nasional memiliki makna yang lebih luas. Kebaya, katanya, bukan hanya busana tradisional, tetapi simbol jati diri perempuan Indonesia yang merepresentasikan kelembutan, keteguhan, serta perjalanan panjang sejarah bangsa.
"Kebaya memiliki nilai yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia. Ini adalah bagian dari sejarah dan identitas kita yang harus terus dirawat dan dilestarikan bersama," ujarnya.
Mohan juga mengapresiasi kehadiran Ketua Umum PIM bersama jajaran pengurus pusat di Kota Mataram. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan peran perempuan di NTB sekaligus mempererat sinergi antara organisasi kemasyarakatan dengan pemerintah daerah.
Sementara itu, Ketua DPD PIM NTB, Baiq Diah Ratu Ganefi, mengatakan pelantikan DPC di seluruh Kabupaten/Kota merupakan langkah strategis untuk memperluas gerakan pemberdayaan perempuan hingga ke tingkat kabupaten dan kota.
Ia optimistis kepengurusan baru mampu menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya perempuan pelaku usaha dan keluarga.
"PIM NTB ingin melahirkan berbagai karya terbaik perempuan yang tidak hanya meningkatkan kreativitas, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja serta memperkuat kemandirian ekonomi keluarga," ujarnya.
Saat ini PIM NTB telah membina sedikitnya 25 pelaku UMKM. Jumlah tersebut ditargetkan terus bertambah seiring terbentuknya kepengurusan di daerah. Setiap DPC didorong menyusun program yang fokus pada peningkatan keterampilan, pengembangan usaha, dan pemberdayaan ekonomi perempuan.
Rangkaian kegiatan juga dimeriahkan Parade Kebaya yang diikuti sekitar dua ratus peserta. Selain menjadi ajang pelestarian budaya, kegiatan tersebut dinilai mampu menggerakkan ekonomi kreatif melalui promosi produk tenun, songket, bordir, aksesori, dan berbagai hasil karya pelaku UMKM lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....