Empat Kendaraan Dinas Belum Terjual, Lelang Tahap II Digelar Tiga Bulan Lagi

  • 04 Jul 2026 11:24 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Empat kendaraan dinas milik Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah belum laku terjual dalam lelang aset daerah 2026. Kendaraan yang kondisinya sudah rusak itu minim peminat dan akan kembali dilelang pada tahap II yang direncanakan digelar sekitar tiga bulan mendatang.

Meski masih menyisakan empat kendaraan yang belum terjual, hasil lelang aset tahun ini justru melampaui target. Dari target penerimaan sebesar Rp104,633 juta, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah berhasil membukukan hasil lelang mencapai Rp216.680.080 atau lebih dari dua kali lipat target.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Lombok Tengah, Taufiqurrahman, mengatakan lelang tahap pertama mencakup 55 lot aset milik daerah. Hanya empat unit kendaraan yang belum mendapatkan pembeli karena kondisi fisiknya sudah rusak.

"Yang tidak laku hanya empat unit kendaraan. Memang kondisinya sudah rusak sehingga peminatnya masih kurang. Nanti akan kami lelang kembali pada periode berikutnya," ujar Taufiqurrahman belum lama ini.

Menurutnya, BKAD kini mulai menyiapkan lelang tahap II dengan terlebih dahulu melakukan penilaian aset dan menunggu usulan barang dari masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Selain kendaraan dinas, lelang berikutnya juga akan mencakup berbagai aset yang sudah tidak dimanfaatkan.

"Ada kendaraan, peralatan dan mesin, material sisa bongkaran bangunan, rolling door, AC, hingga barang inventaris lainnya. Semua aset yang sudah tidak dapat dimanfaatkan akan kami gabungkan untuk dilelang," katanya.

Taufiqurrahman menjelaskan, seluruh hasil lelang akan disetorkan ke Kas Daerah setelah proses administrasi melalui Kementerian Keuangan selesai. Dana tersebut akan dicatat sebagai pendapatan daerah dan dapat digunakan untuk membiayai berbagai program pembangunan.

"Seluruh hasil lelang masuk sebagai pendapatan daerah. Setelah proses administrasinya selesai, dananya akan masuk ke Kas Daerah untuk mendukung pembiayaan pembangunan," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....