Pemkab Lombok Timur Kembangkan EWS Gumi Sasak untuk Mitigasi Bencana
- 01 Jul 2026 19:35 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus mematangkan langkah transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan, khususnya pada sektor mitigasi dan manajemen kebencanaan. Upaya tersebut diperkuat melalui kolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) dalam pengembangan sistem peringatan dini berbasis teknologi dan kearifan lokal.
Untuk menyamakan persepsi sekaligus menghimpun informasi, pandangan, dan masukan dari para pemangku kepentingan, digelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Pengembangan Sistem Peringatan Dini Berbasis Kearifan Lokal Melalui Platform Android di Wilayah Pesisir Lombok Timur” dibuka langsung oleh Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin, Rabu, 1 Juli 2026, di ruang rapat Bupati. Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah, BPBD, Bappeda, Dinas Sosial, Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, Dinas Kominfo, Dinas Perhubungan, serta sejumlah pihak terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Haerul Warisin menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Lombok Timur sebagai lokus pengembangan aplikasi Early Warning System (EWS) Gumi Sasak. Menurutnya, inovasi tersebut sangat relevan mengingat Lombok Timur memiliki garis pantai yang panjang dan rentan terhadap berbagai potensi bencana.
"Kami menyambut baik pengembangan EWS Gumi Sasak ini. Semoga aplikasi yang mengintegrasikan teknologi dan kearifan lokal dapat membantu masyarakat, khususnya di wilayah pesisir, dalam mengantisipasi dan mengurangi dampak bencana," ujar Bupati.
Ia menambahkan, penggunaan bahasa Sasak dalam fitur-fitur aplikasi. Diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap informasi kebencanaan sehingga proses mitigasi dapat berjalan lebih efektif.
Sementara itu, Ketua Tim Peneliti UMJ, Azhari Aziz Samudra, menjelaskan bahwa aplikasi mitigasi bencana yang tengah dikembangkan dirancang secara terintegrasi dengan biaya yang relatif murah namun memiliki fungsionalitas tinggi. Menurutnya, aplikasi EWS Gumi Sasak menyediakan 16 fitur utama pendeteksi kebencanaan yang disesuaikan dengan bahasa lokal agar lebih inklusif dan mudah dipahami masyarakat.
Fitur tersebut meliputi Lindu, Rinjani, Segoro, Gumi Rebah, Angin Ribut, Air Bales, Api Hutan, Gumi Kering, Geledeg, Suhu Bumi, Pesisir Pantai, Bersih Ruak, Takaran Ujan, Banjir Kokoh, Kulkul EWS, dan Pos Relawan.
"Aplikasi ini dirancang sebagai sistem peringatan dini yang mudah diakses masyarakat, dengan memadukan teknologi digital dan pendekatan budaya lokal agar informasi kebencanaan dapat diterima lebih cepat dan tepat," jelas Azhari.
Ia menambahkan, sistem tersebut telah dilengkapi teknologi berbasis GPS untuk memetakan titik koordinat secara akurat. Dengan demikian, organisasi perangkat daerah terkait dapat segera mengambil langkah darurat ketika terjadi laporan atau indikasi bencana.
Secara teknis, operasional platform ini akan bertumpu pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur sebagai verifikator utama. BPBD nantinya akan menyiapkan layanan siaga selama 24 jam untuk menyaring laporan masyarakat sebelum diteruskan kepada instansi yang berwenang.
Ke depan, program penguatan sistem digital ini tidak hanya difokuskan pada sektor kebencanaan. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur bersama tim pengembang juga merancang agar platform tersebut dapat diintegrasikan dengan berbagai program sektoral lainnya sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan berbasis smart city secara menyeluruh.
Melalui pengembangan EWS Gumi Sasak, Lombok Timur diharapkan mampu membangun sistem mitigasi bencana yang lebih cepat, responsif, dan dekat dengan masyarakat. Ini sekaligus menjadi model penerapan teknologi berbasis kearifan lokal di daerah pesisir Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....