DLH KLU Andalkan Pendapatan Retribusi untuk Menjaga Layanan Persampahan

  • 30 Jun 2026 19:23 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara - Keterbatasan anggaran operasional memaksa Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lombok Utara mengandalkan pendapatan retribusi untuk menjaga layanan pengangkutan sampah tetap berjalan hingga akhir tahun.

Kepala UPTD BLUD Persampahan DLH KLU, Fathurrahman Wiratmo, mengungkapkan alokasi anggaran operasional yang tersedia pada 2026 hanya mampu membiayai aktivitas pelayanan hingga Mei.

Kondisi tersebut membuat pihaknya harus memanfaatkan seluruh penerimaan retribusi sebagai sumber pembiayaan operasional sehari-hari.

"Penganggaran tahun ini hanya cukup sampai lima bulan. Setelah itu operasional kami sangat bergantung pada pendapatan retribusi yang masuk," katanya, Senin 29 Juni 2026.

Menurutnya, seluruh pendapatan retribusi langsung digunakan untuk membiayai kebutuhan pelayanan di lapangan, mulai dari pembelian bahan bakar, perawatan kendaraan, hingga kebutuhan operasional lainnya.

Saat ini pelayanan persampahan didukung delapan armroll truck, 12 dump truck, dua unit alat berat, armada roda tiga yang beroperasi di Kecamatan Bayan, serta pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Gili Trawangan.

Ia menegaskan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas meskipun kondisi anggaran cukup terbatas.

Karena itu, peningkatan pendapatan retribusi menjadi salah satu langkah penting agar pelayanan persampahan tidak mengalami gangguan.

Selain mengoptimalkan pelanggan lama, DLH juga terus memperluas cakupan layanan kepada sektor usaha dan fasilitas publik yang menghasilkan sampah dalam jumlah besar.

Fathurrahman optimistis kebutuhan operasional hingga akhir tahun tetap dapat dipenuhi apabila realisasi retribusi terus meningkat sesuai target yang telah ditetapkan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....