KLU Bentuk Tim Percepatan Pembangunan Peradaban Kurma, Susun Roadmap Lima Tahun

  • 30 Jun 2026 19:31 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara– Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) mulai merealisasikan komitmen menjadikan daerah tersebut sebagai pusat pengembangan kurma di Indonesia dengan membentuk Tim Percepatan Pembangunan Peradaban Kurma Indonesia. Pembentukan tim ini menjadi tindak lanjut dari deklarasi yang disampaikan Bupati KLU pada 20 Februari 2026 dan menandai dimulainya penyusunan langkah strategis jangka panjang.

Tim tersebut dibahas dalam rapat koordinasi perdana yang mempertemukan organisasi perangkat daerah (OPD), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), lembaga zakat, praktisi budidaya kurma, hingga perwakilan masyarakat adat. Pertemuan difokuskan pada penyamaan visi, pembagian peran, serta penyusunan tahapan pelaksanaan program.

Sekretaris Tim Percepatan Pembangunan Peradaban Kurma Indonesia, Nasli, mengatakan pembentukan tim merupakan fondasi awal agar seluruh pemangku kepentingan memiliki arah kerja yang sama dalam mewujudkan program tersebut.

Menurutnya, rapat perdana baru membahas konsep secara umum sehingga akan dilanjutkan dengan pembahasan teknis yang lebih rinci. Tahapan berikutnya meliputi penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK), pembagian tugas masing-masing instansi, hingga penetapan target pelaksanaan.

"Program ini akan ditindaklanjuti melalui pertemuan yang lebih teknis agar seluruh pihak mengetahui perannya masing-masing, sekaligus menyusun KAK dan timeline pelaksanaan," ujar Nasli, Senin 29 Juni 2026.

Ia menjelaskan, hingga saat ini belum tersedia anggaran khusus untuk mendukung operasional tim. Namun, setiap OPD diharapkan dapat mengintegrasikan program pengembangan kurma ke dalam kegiatan sektoral yang telah direncanakan sehingga proses persiapan tetap dapat berjalan.

Selain itu, pemerintah daerah juga tengah merumuskan pola pengelolaan lahan berbasis sistem nyakap sebagai salah satu pendekatan pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan kawasan budidaya kurma.

Untuk memperkuat dasar ilmiah program tersebut, KLU menggandeng BRIN melakukan kajian komprehensif mengenai potensi budidaya kurma. Kajian akan mencakup analisis kesesuaian lahan, kondisi lingkungan, aspek sosial budaya masyarakat, hingga peluang pengembangan ekonomi berbasis komoditas kurma.

Tim Ahli BRIN, Prof. Ahmad Suryadi, mengatakan penelitian tersebut diharapkan menjadi referensi nasional karena hingga kini belum tersedia kajian menyeluruh mengenai pengembangan kurma di Indonesia.

"KLU akan menjadi referensi nasional dalam pengembangan kurma karena kajian ini dimulai dari daerah tersebut," katanya.

Dalam waktu dekat, pemerintah daerah bersama BRIN akan menyusun peta jalan pembangunan peradaban kurma yang memuat target pembangunan lima tahun ke depan. Dokumen tersebut akan menjadi acuan pelaksanaan program, kebutuhan anggaran, pembangunan infrastruktur, hingga pengembangan kawasan pendukung.

Pemerintah Kabupaten Lombok Utara juga melibatkan PT Tani Makmur, Akuatun Nusantara, Baznas, serta berbagai komunitas dalam penyusunan program teknis. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu mempercepat terwujudnya pusat pengembangan kurma yang tidak hanya berorientasi pada sektor pertanian, tetapi juga mampu menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....