GPM NTB Pastikan Harga Pangan Terjangkau, Inflasi Terus Ditekan

  • 26 Jun 2026 08:59 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali memperkuat langkah menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar bersinergi dengan Sinara Fest di halaman KPPN Mataram, Kamis 25 Juni 2026. Program ini menjadi salah satu strategi pemerintah untuk memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga lebih terjangkau sekaligus mengendalikan laju inflasi di daerah.

Melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB, kegiatan tersebut menyasar kawasan perkotaan, khususnya Kota Mataram yang menjadi salah satu wilayah Indeks Harga Konsumen (IHK). Kehadiran GPM diharapkan mampu menjaga keseimbangan pasokan sekaligus menstabilkan harga berbagai komoditas pangan yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Mewakili Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB, Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP), Irine Silviani, SP., MM., menjelaskan pemerintah ingin memastikan seluruh masyarakat, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan, dapat merasakan manfaat harga pangan yang stabil.

"Kami mengadakan GPM di kawasan perkotaan untuk menjaga stabilitas harga. Jadi seluruh masyarakat, baik yang berada di pelosok maupun di perkotaan, dapat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang tetap stabil," ujarnya.

Pelaksanaan GPM kali ini menjadi bagian dari rangkaian Sinara Fest (Sinergi Perkebunan dan Perbendaharaan) yang diselenggarakan KPPN Mataram dengan tema "Perluasan Pemberdayaan UMKM Perkebunan untuk Mendukung UMKM Perkebunan Naik Kelas." Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 30 mitra lokal, mulai dari pelaku UMKM hingga pedagang pangan yang menyediakan berbagai komoditas segar seperti sayuran, bawang, cabai, hingga aneka produk olahan.

Irine mengungkapkan, antusiasme masyarakat terhadap Gerakan Pangan Murah tetap tinggi. Beberapa komoditas yang paling banyak diburu warga masih didominasi minyak goreng dan bawang merah karena ditawarkan dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Ia juga menyampaikan bahwa kondisi harga sejumlah komoditas mulai menunjukkan tren yang semakin stabil. Harga cabai dan bawang merah yang sebelumnya mengalami kenaikan kini perlahan menurun, dengan harga cabai berada di kisaran Rp35.000 hingga Rp50.000 per kilogram.

Sementara itu, minyak goreng yang dipasok melalui distributor, termasuk Bulog, menjadi salah satu produk paling diminati masyarakat. Komoditas tersebut dijual dengan harga Rp15.500 per liter, jauh lebih murah dibandingkan harga yang beredar di pasaran.

Menurut Irine, meskipun Sinara Fest hanya berlangsung selama dua hari, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah tidak akan berhenti. Pemerintah Provinsi NTB telah menyiapkan agenda lanjutan untuk memperluas jangkauan program ke berbagai daerah yang membutuhkan intervensi harga.

"Pada bulan Juli nanti kami merencanakan pelaksanaan GPM sedikitnya di dua lokasi, bahkan berpeluang lebih banyak. Sebelumnya kami telah melaksanakannya di Lombok Barat, dan ke depan tidak menutup kemungkinan akan menyasar kabupaten lainnya sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi," katanya menegaskan.

Melalui keberlanjutan Gerakan Pangan Murah, Pemerintah Provinsi NTB berharap masyarakat dapat terus memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang aman dan terjangkau. Di sisi lain, kegiatan ini juga diharapkan mampu menjaga perputaran ekonomi para pelaku UMKM serta memperkuat ketahanan pangan daerah.

"Kami ingin masyarakat tetap memiliki akses terhadap pangan dengan harga terjangkau, sementara pelaku usaha lokal juga terus mendapatkan ruang untuk berkembang melalui kegiatan seperti ini," ucapnya.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Provinsi NTB dalam menjaga daya beli masyarakat, memperkuat stabilitas pasokan pangan, sekaligus menciptakan pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif.

"Program ini akan terus kami perluas agar manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak masyarakat di berbagai daerah di NTB," katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....