BKPRMI NTB Gelar Pelatihan Tanggap Bencana, Siapkan Remaja Masjid Siaga Darurat

  • 23 Jun 2026 07:50 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat – Brigade Masjid Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar pelatihan penanggulangan bencana selama dua hari, mulai 22 hingga 23 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Bumi Perkemahan Terenggani, Desa Karang Bayan, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, ini bertujuan membekali generasi muda dengan keterampilan teknis dan kesiapan mental dalam menghadapi situasi darurat.

Mengusung tema “Kemanusiaan Berbasis Iman: Menyiapkan Kader Remaja Masjid dalam Tanggap Siaga Bencana”, pelatihan tersebut diikuti oleh 38 peserta yang terdiri atas perwakilan sekolah dan anggota remaja masjid dari berbagai wilayah setempat.

Ketua Panitia Pelaksana, Raga Solihantara, S.E., M.Ak., mengatakan kegiatan ini dirancang untuk membentuk kader-kader muda yang memiliki kepedulian sosial tinggi dan mampu berperan aktif dalam penanganan bencana di tengah masyarakat.

“Kami ingin remaja masjid tidak hanya menjadi kelompok pemuda di lingkungan masjid, tetapi mampu menjadi garda terdepan dalam aksi tanggap siaga bencana di masyarakat,” ujarnya saat pembukaan kegiatan, Senin 22 Juni 2026.

Acara pembukaan turut dihadiri sejumlah unsur pemerintah dan pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Provinsi NTB, Camat Lingsar, Kapolsek Lingsar, Kepala Desa Batu Mekar, serta Kepala Desa Karang Bayan.

Ketua Umum DPW BKPRMI NTB, H. Jamaludin, S.T., menegaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pemuda di daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi.

Menurutnya, BKPRMI memiliki tanggung jawab untuk melahirkan generasi muda yang tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang kuat, tetapi juga kemampuan teknis dalam mitigasi bencana dan pertolongan pertama.

“BKPRMI memiliki tanggung jawab moral untuk melahirkan generasi yang tidak hanya kuat dalam keimanan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan teknis dalam mitigasi bencana, evakuasi, serta pertolongan pertama,” kata Jamaludin.

Ia menambahkan, program tersebut merupakan implementasi nilai-nilai kemanusiaan yang selaras dengan ajaran Islam, sebagaimana hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Sementara itu, Ketua MPW BKPRMI NTB, Nanang Edward, S.H., menilai Brigade Masjid memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan maupun penanganan kebencanaan.

“Brigade Masjid adalah salah satu pilar penting BKPRMI. Kami ingin mereka hadir tidak hanya saat bencana, tetapi juga dalam aksi sosial masyarakat sehari-hari, seperti membantu pengamanan kegiatan keagamaan,” ujarnya.

Nanang juga mendorong para kader untuk terus memperkuat sinergi dengan instansi teknis seperti Basarnas dan Kepolisian guna meningkatkan efektivitas penanganan situasi darurat di lapangan.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menyerap berbagai materi dan keterampilan yang diberikan sehingga dapat menjadi sumber daya kemanusiaan yang siap terjun membantu masyarakat saat terjadi bencana.

Kegiatan ditutup dengan harapan agar kolaborasi antara pemuda, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan terus berlanjut dalam membangun masyarakat NTB yang tangguh, responsif, dan adaptif terhadap berbagai potensi bencana alam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....