RDF Jadi Senjata Baru Mataram Atasi Sampah

  • 22 Jun 2026 07:07 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyiapkan langkah baru dalam pengelolaan sampah dengan menjajaki kerja sama penjualan Refuse Derived Fuel (RDF) kepada PT PLN (Persero).

Upaya ini dilakukan seiring rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kebon Talo di Kecamatan Ampenan yang ditargetkan mulai dibangun pada akhir Juni 2026 dan beroperasi awal 2027.

Kepala DLH Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi, mengatakan komunikasi dengan PLN terus dilakukan untuk memastikan hasil pengolahan sampah berupa RDF memiliki pasar yang jelas.

“Kami sudah menjalin komunikasi intensif dengan PLN terkait pemanfaatan RDF sebagai bahan bakar alternatif. Ini menjadi bagian dari solusi pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan,” ujarnya, Minggu 21 Juni 2026.

TPST Kebon Talo dibangun dengan dukungan anggaran pemerintah pusat sebesar Rp97 miliar dan akan menggunakan teknologi modern berbasis dry jet. Melalui teknologi tersebut, sampah yang telah dipilah akan dikeringkan dan diproses menggunakan pemanasan sehingga menghasilkan RDF.

“Prosesnya bukan pembakaran seperti insinerator konvensional, melainkan pengolahan yang lebih ramah lingkungan untuk menghasilkan bahan bakar alternatif,” jelas Nizar.

Keberadaan TPST Kebon Talo diproyeksikan mampu mengolah sekitar 60 hingga 70 ton sampah per hari. Kapasitas itu akan melengkapi fasilitas pengolahan sampah lainnya yang sudah berjalan, seperti TPST Sandubaya dengan kapasitas 45 ton per hari, program insinerator TPS Sandubaya sebanyak 20 ton per hari, serta program Tempah Dedoro yang diperkirakan mampu mengurangi sedikitnya 10 ton sampah organik setiap hari.

Dengan sinergi berbagai fasilitas tersebut, Pemkot Mataram optimistis dapat memperkuat kemandirian pengelolaan sampah kota. Dari total produksi sampah sekitar 250 ton per hari, volume sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok ditargetkan dapat ditekan hingga tersisa sekitar 100 ton per hari.

“Jika seluruh sistem berjalan sesuai rencana, Mataram akan semakin dekat menuju pengelolaan sampah yang mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....