Santri Diberikan Pemahaman Nasionalisme lewat Wasbang dan PBB

  • 19 Jun 2026 10:06 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Suasana berbeda terlihat di lingkungan Yayasan Pondok Pesantren Abdul Madaris Wal-Masajid Nahdlatul Wathan, Desa Tanak Beak, Kecamatan Batukliang Utara. Puluhan santri mengikuti kegiatan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) dan pelatihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) yang dipandu langsung oleh Babinsa Tanak Beak, Sertu Supri, di ruang terbuka hijau pondok pesantren.

Kegiatan yang berlangsung tersebut menjadi bagian dari upaya TNI dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan, kedisiplinan, dan semangat cinta tanah air kepada generasi muda, khususnya para santri.

Berbeda dari metode pembelajaran di dalam ruangan, pelatihan kali ini dilaksanakan di alam terbuka. Konsep tersebut dipilih untuk menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman sekaligus mempererat kedekatan antara Babinsa dan para santri.

Sertu Supri mengatakan, pembentukan karakter generasi muda tidak hanya dilakukan melalui pendidikan formal, tetapi juga melalui pembinaan mental, disiplin, dan wawasan kebangsaan sejak dini.

“Kami ingin para santri tidak hanya memiliki bekal keagamaan yang kuat, tetapi juga jiwa nasionalisme, disiplin, serta rasa cinta tanah air yang tinggi sebagai generasi penerus bangsa,” ujarnya belum lama ini.

Dalam sesi pelatihan PBB, para santri mendapatkan materi dasar kedisiplinan mulai dari sikap sempurna, penghormatan, hingga langkah tegap maju. Sertu Supri tampak memberikan arahan dan koreksi secara langsung kepada para peserta agar setiap gerakan dilakukan dengan benar dan kompak.

Menurutnya, latihan baris-berbaris tidak sekadar melatih fisik, tetapi juga membangun karakter, kekompakan, tanggung jawab, serta kepemimpinan dalam diri para santri.

“Kedisiplinan yang dibangun melalui PBB diharapkan dapat membentuk generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan memiliki wawasan kebangsaan yang kuat,” katanya.

Pihak Yayasan Ponpes Abdul Madaris menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka menilai pembinaan yang dilakukan Babinsa menjadi sarana penting untuk memperkuat karakter santri, baik dari sisi religius maupun kebangsaan.

"Kami berharap sinergi antara TNI dan lembaga pendidikan keagamaan dapat terus berlanjut sehingga para santri tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki semangat nasionalisme yang kuat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....