BPBD Lombok Timur Fokus Desa Rawan untuk Pelatihan Kebencanaan

  • 17 Jun 2026 06:36 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur terus memperkuat upaya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat melalui program pelatihan dan mitigasi bencana. Namun, untuk pelaksanaan tahun ini, lokasi desa yang akan menjadi sasaran kegiatan masih dalam tahap kajian guna melihat tingkat kerentanan dan risiko bencana di masing-masing wilayah.

Kepala Pelaksana BPBD Lombok Timur, Lalu Mulyadi, mengatakan bahwa penentuan lokasi pelatihan akan disesuaikan dengan potensi ancaman bencana yang dimiliki setiap desa.

“Misalnya di Kecamatan Sembalun yang memiliki potensi bencana. Ke depan, kami juga merencanakan kegiatan di wilayah selatan, terutama di pulau-pulau terluar yang akan kami datangi untuk pelatihan dan mitigasi bencana,” ujarnya Selasa, 16 Juni2026.

Menurutnya, BPBD berupaya menjadikan desa-desa terluar dan terjauh sebagai Desa Tangguh Bencana. Melalui program tersebut, kelompok masyarakat maupun organisasi relawan di desa akan mendapatkan pelatihan dasar kebencanaan hingga penguatan kelembagaan yang nantinya dibentuk di tingkat desa.

Lalu Mulyadi menjelaskan bahwa pelatihan akan disesuaikan dengan jenis ancaman yang paling berisiko di masing-masing desa. Dari 11 jenis ancaman bencana yang ada, setiap desa biasanya memiliki satu atau dua ancaman yang paling dominan.

“Yang paling penting adalah menyesuaikan dengan jenis bencana yang paling rentan di desa tersebut. Nanti masyarakat sendiri akan melakukan penilaian untuk mengidentifikasi ancaman yang paling berisiko, kemudian kami sesuaikan dengan kebutuhan pelatihan dan mitigasinya,” katanya.

Ia menambahkan, Lombok Timur termasuk daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kondisi geografis yang didominasi wilayah laut serta keberadaan kawasan pegunungan menjadikan daerah ini memiliki berbagai potensi ancaman bencana.

Meski demikian, kesadaran masyarakat terhadap kebencanaan dinilai semakin meningkat dibandingkan beberapa tahun lalu. Berbagai program pemerintah, relawan, dan komunitas telah membantu masyarakat mengenali jenis ancaman dan risiko bencana yang ada di lingkungan mereka.

“Walaupun kita berada di daerah dengan kategori risiko sedang hingga tinggi, dampak bencana dapat diminimalkan jika masyarakat memahami ancaman yang ada dan mengetahui langkah-langkah penyelamatan yang benar,” jelasnya.

BPBD menekankan bahwa hal terpenting saat bencana terjadi adalah melakukan penyelamatan diri secara mandiri terlebih dahulu sebelum membantu orang lain maupun menyelamatkan harta benda. “Melalui pelatihan dan mitigasi ini, kami berharap masyarakat mampu melakukan penyelamatan dan evakuasi secara mandiri ketika terjadi bencana,” ucapnya.

Saat ini BPBD masih melakukan pemetaan dan penilaian terhadap sejumlah desa yang memiliki Indeks Risiko Bencana (IRB) tinggi. Setelah hasil kajian selesai, pemerintah akan menetapkan desa-desa prioritas yang akan menjadi lokasi pelatihan dan pembentukan Desa Tangguh Bencana pada tahun ini.

Program tersebut direncanakan menjangkau berbagai wilayah di Lombok Timur, mulai dari kawasan pegunungan di utara hingga wilayah pesisir dan kepulauan di bagian selatan. Dengan langkah itu, diharapkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana dapat terus meningkat sehingga risiko korban dan kerugian dapat ditekan seminimal mungkin.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....