Pendidikan Islam Harus Hijrah Hadapi Tantangan Era Digital Kini
- 16 Jun 2026 08:05 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur – Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah tidak hanya menjadi penanda pergantian kalender bagi umat Islam, tetapi juga momentum penting untuk melakukan refleksi mendalam terhadap kualitas kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Semangat hijrah yang diwariskan Nabi Muhammad SAW dinilai relevan untuk dijadikan pijakan dalam membangun sistem pendidikan yang lebih berkualitas, berkarakter, dan berorientasi pada kemajuan peradaban.
Rektor Institut Agama Islam Al-Manan NU Lombok Timur, Mahsur, menegaskan bahwa peringatan 1 Muharram harus dimaknai lebih luas daripada sekadar seremoni tahunan. Menurutnya, nilai hijrah mengandung pesan perubahan menuju kondisi yang lebih baik dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk sektor pendidikan.
"Momentum Tahun Baru Islam harus menjadi ruang refleksi bagi seluruh elemen pendidikan untuk mengevaluasi capaian yang telah dilakukan sekaligus menyusun langkah-langkah strategis menuju pendidikan yang lebih bermutu dan berkarakter," ujarnya, Selasa 16 Juni 2026.
Mahsur menjelaskan bahwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah memberikan pelajaran besar tentang keberanian melakukan perubahan, pentingnya perencanaan yang matang, dan pembangunan karakter yang kuat. Nilai-nilai tersebut dinilai sangat relevan dalam menghadapi tantangan pendidikan di era modern.
Menurutnya, pendidikan tidak boleh hanya berfokus pada pencapaian akademik semata. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu membentuk manusia secara utuh melalui pengembangan aspek spiritual, intelektual, moral, sosial, dan fisik.
"Pendidikan Islam mengajarkan keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kematangan spiritual. Karena itu, paradigma pendidikan perlu diarahkan pada pembentukan manusia yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia," katanya.
Ia menambahkan, pendidikan Islam memiliki fondasi yang kuat karena berlandaskan Al-Qur'an dan Sunnah dengan prinsip tauhid sebagai pusat seluruh proses pembelajaran. Melalui pendekatan tersebut, peserta didik tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga diperkuat akidah, akhlak, kemampuan sosial, serta kesehatan jasmani.
Namun demikian, Mahsur mengakui dunia pendidikan saat ini menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks. Arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang begitu cepat menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi pola pikir dan perilaku generasi muda.
"Perkembangan teknologi memang membawa banyak manfaat, tetapi di sisi lain juga menghadirkan ancaman terhadap nilai-nilai keagamaan apabila tidak diimbangi dengan penguatan keimanan dan ketakwaan," ucapnya.
Menurutnya, penguatan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam menjadi kebutuhan mendesak agar generasi muda mampu memanfaatkan teknologi secara bijak tanpa kehilangan identitas moral dan spiritualnya.
Dalam menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Mahsur mendorong seluruh lembaga pendidikan untuk menjadikan momen ini sebagai awal lahirnya berbagai resolusi positif. Di antaranya meningkatkan kualitas ibadah di lingkungan sekolah melalui pembiasaan shalat berjamaah, tilawah Al-Qur'an, dan dzikir.
Selain itu, peningkatan kompetensi guru serta penguatan prestasi peserta didik juga harus menjadi prioritas utama guna menjawab tuntutan zaman yang semakin kompetitif.
Tidak kalah penting, hubungan sosial antara guru, siswa, orang tua, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar tercipta lingkungan pendidikan yang harmonis dan produktif.
"Tujuan akhirnya adalah melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," katanya menegaskan.
Mahsur menilai 1 Muharram merupakan momentum terbaik untuk memperbarui niat, memperbaiki kualitas diri, dan memperkuat komitmen dalam membangun pendidikan yang lebih baik. Semangat hijrah harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang mendorong lahirnya generasi unggul yang beriman, berpengetahuan luas, serta memiliki moralitas yang tinggi.
"Tahun Baru Hijriah hendaknya menjadi titik awal perubahan menuju pendidikan yang mampu melahirkan generasi berkarakter, menjaga perdamaian, memperkuat hubungan sosial, dan menjadi fondasi kemajuan peradaban Islam yang berkelanjutan bagi masa depan Indonesia," katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....