Desa Sakra Jadi Percontohan Desa Berdaya NTB, Fokus Tekan Stunting

  • 15 Jun 2026 17:40 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur, diproyeksikan menjadi model Desa Berdaya di Nusa Tenggara Barat. Pemerintah daerah bersama Tim Penggerak PKK NTB dan Lombok Timur mendorong desa ini menjadi contoh penguatan keluarga melalui program ketahanan pangan, kesehatan, hingga pengembangan ekonomi masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan terpadu memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-33 di Desa Sakra, Senin, 15 Juni 2026.

Ketua TP-PKK Provinsi NTB, Hj. Sinta Agathia, mengatakan pembangunan desa tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah. Menurut dia, keberhasilan Desa Berdaya membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pemerintah, kader PKK, pelaku usaha, hingga masyarakat.

“Desa Berdaya tidak lahir dari kerja satu pihak. Dibutuhkan sinergi agar mampu menghadirkan perubahan nyata dalam menyelesaikan persoalan sosial, meningkatkan kesehatan, dan memperkuat ekonomi keluarga,” kata Sinta.

Ia menegaskan, desa yang maju tidak hanya dilihat dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas keluarga, ketersediaan pangan, layanan kesehatan, serta kemampuan masyarakat menciptakan sumber ekonomi.

Sebagai desa percontohan, Desa Sakra akan mendapatkan pendampingan melalui monitoring, koordinasi, dan evaluasi dari TP-PKK NTB. Program tersebut ditargetkan mulai menunjukkan hasil pada akhir 2026 dan menjadi pola yang dapat diterapkan di desa lain di NTB.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah penguatan ekonomi melalui UMKM dan koperasi. Ketua TP-PKK Kabupaten Lombok Timur, Hj. Ra’yal Ain Warisin, menyebut perkembangan UMKM di Desa Sakra sudah cukup baik, namun keberlanjutan koperasi masih membutuhkan penguatan kepercayaan antaranggota.

“Modal utama koperasi adalah kepercayaan. Jangan sampai anggota hanya ingin meminjam, tetapi tidak menjalankan kewajibannya. Jika kepercayaan terjaga, koperasi akan tumbuh sehat dan menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dalam kunjungan lapangan, rombongan TP-PKK NTB dan Lombok Timur meninjau sejumlah program unggulan Desa Sakra, mulai dari kebun terpadu untuk mendukung ketahanan pangan keluarga, pengembangan koperasi desa, hingga Posyandu Mawar Putih yang berperan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak serta percepatan penurunan stunting.

Kepala Desa Sakra, Lalu Achmad N.Y., menyambut penetapan wilayahnya sebagai pilot project Desa Berdaya. Ia mengatakan dukungan lintas sektor memberikan dorongan bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal.

“Respons masyarakat sangat positif. Sinergi pemerintah desa, kader PKK, posyandu, dan kelompok perempuan terus kami perkuat agar masyarakat semakin produktif,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....