Intip Oleh-Oleh Khas Jemaah Indonesia Pulang dari Tanah Suci

  • 15 Jun 2026 08:44 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual yang penuh makna, tetapi juga identik dengan tradisi membawa oleh-oleh dari Tanah Suci untuk keluarga, kerabat, dan tetangga. Tradisi ini sudah berlangsung sejak lama dan menjadi salah satu bentuk ungkapan syukur serta berbagi kebahagiaan setelah menunaikan rukun Islam kelima. Bagi masyarakat Indonesia, selain penuh harap dan doa agar diberikan keselamatan dari Mekkah - Madinah sampai tiba di rumah, ini adalah bentuk cara untuk mempererat silaturahmi satu sama lain.

Ada beberapa oleh-oleh khas yang hampir selalu dibawa pulang oleh jemaah haji Indonesia, antara lain:

1. Kurma

Kurma menjadi oleh-oleh paling populer dan hampir wajib dibawa pulang. Buah yang identik dengan Timur Tengah ini memiliki berbagai jenis, seperti ajwa, sukari, safawi, hingga medjool. Selain rasanya yang manis, kurma juga dipercaya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

2. Air Zamzam

Air zamzam merupakan salah satu oleh-oleh yang paling dinantikan. Air yang berasal dari sumur Zamzam di kawasan Masjidil Haram ini memiliki nilai spiritual yang tinggi bagi umat Islam. Jemaah biasanya membawanya dalam kemasan resmi yang telah disediakan.

3. Kacang Arab

Kacang Arab menjadi camilan favorit yang sering dibagikan kepada keluarga dan tetangga. Rasanya gurih dan tersedia dalam berbagai varian, mulai dari original, asin, hingga berlapis rempah.

4. Tasbih dan perlengkapan ibadah

Tasbih, sajadah, mukena, sarung, peci, hingga Al-Qur'an menjadi pilihan oleh-oleh yang banyak dibeli. Selain bermanfaat, perlengkapan ibadah ini juga menjadi pengingat akan perjalanan spiritual yang telah dijalani.

5. Parfum non-alkohol

Parfum khas Arab atau attar cukup diminati karena aromanya yang kuat dan tahan lama. Pilihan wanginya beragam, mulai dari aroma oud, musk, mawar, hingga amber.

6. Cokelat dan permen khas Timur Tengah

Banyak jemaah yang membeli cokelat, permen, atau camilan khas Timur Tengah untuk dibagikan kepada anak-anak dan keluarga di rumah.

7. Gamis dan busana muslim

Busana muslim seperti gamis, abaya, syal, dan hijab juga menjadi oleh-oleh favorit. Desainnya yang khas Timur Tengah menjadi daya tarik tersendiri.

8. Tempelan Kulkas

Aksesoris lemari pendingin yang bisa ditempel di bagian pintu kulkas yang berbentuk Masjid, Unta, ataupun icon-icon terkenal di Timur Tengah bisa juga menjadi pilihan untuk dibagikan ke orang-orang tersayang.

9. Lipstik Hijau (Lipstik Hare atau Gincu Arab)

Lipstik Hijau khas Mekkah ini sering menjadi suvenir, meski warnanya hijau, olesan produk ini berubah menjadi pink alami karena bereaksi dengan suhu tubuh. Teksturnya menyerupai lip balm yang melembapkan dan tekstur ringan serta tidak mudah luntur.

10. Pewarna Kuku khas Mekkah (Hena)

Di Arab Saudi, terdapat berbagai macam dan warna henna yang menarik, indah, dan berkualitas baik. Menariknya, henna khas Arab juga tidak membatalkan wudhu karena dirancang agar bisa meresap ke dalam kulit.

Di balik berbagai oleh-oleh tersebut, yang paling berharga sesungguhnya bukanlah barang yang dibawa pulang, melainkan pengalaman spiritual, doa, dan cerita perjalanan selama berada di Tanah Suci. Tradisi berbagi oleh-oleh juga mencerminkan nilai kebersamaan yang kuat di Indonesia. Banyak jemaah menyiapkan oleh-oleh dalam jumlah besar agar dapat dibagikan kepada keluarga, tetangga, sahabat, hingga rekan kerja.

Namun, seiring perkembangan zaman, para jemaah juga diimbau untuk berbelanja secara bijak dan tidak berlebihan. Oleh-oleh hanyalah pelengkap dari perjalanan ibadah yang utama, sementara makna sesungguhnya dari haji adalah membawa pulang perubahan diri menjadi pribadi yang lebih baik, lebih sabar, dan lebih peduli terhadap sesama.

Pada akhirnya, kepulangan jemaah haji bukan sekadar membawa buah tangan dari Tanah Suci, tetapi juga membawa semangat baru untuk menebarkan kebaikan di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....