Peluang Kerja ke Jepang Terbuka, NTB Siapkan Tenaga Terampil Pertanian-Caregiver

  • 14 Jun 2026 06:31 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Pemprov NTB berharap tenaga kerja asal NTB tidak hanya menjadi pekerja di luar negeri, tetapi mampu menjadi tenaga profesional yang membawa manfaat bagi daerah dan masyarakat.
  • Diskusi Ketenagakerjaan bertema “Kolaborasi Strategis Pengembangan SDM Sektor Pertanian dan Caregiver/Kargo” bersama lembaga kerja sama internasional IRIJ dan mitra Jepang.
  • NTB bidik peluang kerja di Jepang di sektor pertanian dan caregiver.

RRI.CO.ID, Mataam - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai memperkuat strategi pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk menembus pasar kerja global, khususnya Jepang. Sektor pertanian dan caregiver menjadi dua bidang yang diprioritaskan dalam kerja sama tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair, dalam Diskusi Ketenagakerjaan bertema “Kolaborasi Strategis Pengembangan SDM Sektor Pertanian dan Caregiver/Kargo” bersama lembaga kerja sama internasional IRIJ dan mitra Jepang di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB, Kamis, 11 Juni 2026.

Abul mengatakan bonus demografi NTB harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi agar generasi muda mampu bersaing di pasar kerja internasional. “Bonus demografi akan menjadi berkah apabila generasi muda memiliki kompetensi, karakter, disiplin, dan daya saing global,” kata Abul.

Kerja sama dengan mitra Jepang, menurut dia, tidak hanya diarahkan pada penempatan tenaga kerja, tetapi juga transfer pengetahuan, teknologi, serta penguatan sistem pelatihan vokasi di NTB.

Dalam forum tersebut, mitra Jepang menyampaikan kebutuhan tenaga kerja yang cukup besar untuk sektor pertanian dan caregiver. Namun, calon pekerja harus memiliki kemampuan bahasa Jepang, keterampilan teknis, serta kesiapan beradaptasi dengan budaya kerja Jepang.

Calon pekerja akan mendapatkan pelatihan bahasa dan keterampilan dasar di Indonesia sebelum diberangkatkan. Setelah tiba di Jepang, mereka akan menjalani pelatihan lanjutan hingga memenuhi standar kompetensi kerja.

Pemerintah NTB bersama mitra terkait juga membahas sejumlah hal penting, mulai dari skema pembiayaan pelatihan, mekanisme rekrutmen, legalitas lembaga penempatan, hingga perlindungan pekerja migran.

Sekda NTB menegaskan tindak lanjut kerja sama akan dilakukan melalui pembentukan tim lintas perangkat daerah, pemetaan kebutuhan tenaga kerja, serta penyusunan peta jalan (roadmap) kerja sama dengan target yang jelas.

“Tidak ada negara maju tanpa SDM unggul. SDM unggul lahir dari kemauan untuk terus belajar dan membuka diri terhadap peluang global,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....