NTB Kejar Predikat Sangat Baik Satu Data Indonesia
- 12 Jun 2026 11:17 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menargetkan capaian Indeks Satu Data Indonesia (SDI) ke kategori Sangat Baik pada penilaian 2026
- Nilai NTB tercatat naik menjadi 75,85 dengan predikat Baik, dibanding sebelumnya 53,44 atau kategori Cukup
RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menargetkan capaian Indeks Satu Data Indonesia (SDI) ke kategori Sangat Baik pada penilaian 2026. Kepala Dinas Kominfotik NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Halik, mengatakan capaian NTB dalam evaluasi penyelenggaraan Satu Data Indonesia menunjukkan lonjakan yang cukup tajam.
Nilai NTB tercatat naik menjadi 75,85 dengan predikat Baik, dibanding sebelumnya 53,44 atau kategori Cukup. Namun bagi pemerintah daerah, angka itu bukan tujuan akhir.
“Penilaian Satu Data Indonesia bukan soal siapa yang punya data paling banyak. Yang dinilai adalah apakah data itu dikelola dengan standar yang jelas, terdokumentasi, mudah dibagikan, dan benar-benar dipakai untuk mengambil keputusan,” kata Ahsanul dalam rapat koordinasi Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) NTB bersama Bappeda NTB selaku Sekretariat Forum Satu Data dan penanggung jawab data geospasial daerah, Kamis, 11 Juni 2026.
Ia menilai penguatan tata kelola data menjadi fondasi penting bagi arah pembangunan yang saat ini didorong Pemerintah Provinsi NTB. Menurutnya, kebijakan yang efektif hanya bisa lahir dari informasi yang valid dan saling terhubung.
Karena itu, penguatan Satu Data diarahkan untuk mendukung sejumlah agenda prioritas daerah, mulai dari pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, pengembangan pariwisata, peningkatan layanan publik hingga percepatan transformasi digital pemerintahan.
“Seluruh kebijakan pembangunan harus berbasis fakta dan kebutuhan riil masyarakat. Data yang baik menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berdampak nyata,” ujarnya.
Meski capaian indeks meningkat, evaluasi menunjukkan masih ada pekerjaan rumah. Beberapa aspek yang perlu diperkuat berada pada tahap perencanaan data dan pemeriksaan kualitas data, termasuk penyempurnaan standar data geospasial dan metadata yang menjadi indikator penting dalam penilaian nasional.
Sekretariat Forum Satu Data NTB, Dr. Suryani Eka Wijaya, mengatakan pemerintah daerah kini membidik nilai di atas 90 agar bisa masuk kategori Sangat Baik. Untuk mengejar target itu, pemerintah sedang menyiapkan penguatan kelembagaan, termasuk pembentukan Tim Manajemen Data Spasial tingkat provinsi serta penyusunan regulasi pendukung tata kelola data.
Sementara itu, Penanggung Jawab Data Geospasial NTB, Tribhuana Tungga Dewi, mengungkapkan Bappeda NTB telah memetakan 155 peta tematik pembangunan daerah. Sebagian peta tersebut telah diintegrasikan ke Portal NTB Satu Data dan platform Desa Berdaya.
Peta tematik itu mencakup berbagai sektor, dari pertanian, pariwisata, pendidikan, kesehatan, infrastruktur hingga mitigasi kebencanaan. Menurut Tribhuana, integrasi data geospasial menjadi salah satu instrumen penting agar pembangunan tidak lagi berjalan dengan pendekatan umum, tetapi berbasis lokasi dan kebutuhan yang lebih presisi.
Dari sisi digitalisasi pemerintahan, Kepala Bidang Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi Dinas Kominfotik NTB, Yasrul, menambahkan bahwa capaian Indeks Satu Data juga akan memengaruhi penilaian Pemerintahan Digital (Pemdi). Artinya, kualitas tata kelola data bukan lagi urusan administratif semata, tetapi ikut menentukan kualitas kinerja birokrasi. Bagi Pemprov NTB, target mengejar predikat Sangat Baik bukan sekadar urusan angka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....