NTB Terapkan AI di Posyandu, Percepat Deteksi Dini Risiko Ibu Hamil dan Anak

  • 12 Jun 2026 11:17 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mulai memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak hingga tingkat desa
  • Kolaborasi Indonesia–Australia dalam program riset Koneksi AI in Healthcare
  • Tantangan pelayanan kesehatan di tingkat akar rumput selama ini tidak hanya terkait akses layanan, tetapi juga beban administrasi dan pendataan yang ditanggung kader kesehatan

RRI.CO.ID, Lombok Barat - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mulai memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak hingga tingkat desa. Teknologi ini diharapkan membantu kader kesehatan mempercepat pendataan, meningkatkan akurasi informasi, sekaligus mendukung deteksi dini berbagai risiko kesehatan pada ibu hamil dan anak.

Langkah tersebut dijalankan melalui kolaborasi Indonesia–Australia dalam program riset Koneksi AI in Healthcare yang mulai diimplementasikan di Posyandu Cempaka 2, Dusun Tempit, Desa Mekarsari, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, yang hadir dalam kegiatan itu mengatakan tantangan pelayanan kesehatan di tingkat akar rumput selama ini tidak hanya terkait akses layanan, tetapi juga beban administrasi dan pendataan yang ditanggung kader kesehatan.

Menurut Sinta, kader posyandu selama ini memegang peran penting dalam mengumpulkan dan memasukkan data kesehatan masyarakat. Namun proses tersebut membutuhkan waktu, tenaga, dan ketelitian yang tinggi.

“Melalui pemanfaatan teknologi AI, kami berharap proses pendataan menjadi lebih mudah, lebih cepat, dan menghasilkan data yang lebih akurat,” kata Sinta, Kamis, 11 Juni 2026.

Ia menilai penggunaan teknologi tidak cukup hanya menjadi alat bantu administrasi, tetapi harus berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Salah satu sasaran yang ingin dicapai melalui pemanfaatan AI, kata dia, adalah kemampuan melakukan identifikasi dini terhadap kehamilan berisiko sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

“Harapannya teknologi ini dapat membantu mengidentifikasi ibu hamil yang berisiko sejak dini sehingga pendampingan dan intervensi bisa dilakukan lebih tepat,” ujarnya.

Sinta juga berharap model yang sedang diterapkan di Desa Mekarsari dapat dikembangkan ke wilayah lain di NTB, termasuk Pulau Sumbawa, agar manfaat teknologi dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Program tersebut dibuka Wakil Bupati Lombok Barat, Nurul Adha, dan dihadiri mitra Australia, tim Koneksi, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta kader posyandu.

Nurul Adha mengatakan transformasi digital di sektor kesehatan menjadi kebutuhan untuk memperkuat kualitas pelayanan publik. Menurut dia, data kesehatan yang akurat menjadi fondasi penting dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran.

“Digitalisasi kesehatan membantu menghasilkan data yang lebih baik, terutama terkait kesehatan ibu hamil dan anak,” ujarnya.

Ia menambahkan, deteksi dini terhadap kehamilan berisiko menjadi salah satu strategi penting untuk menekan angka kematian ibu dan anak sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting. Dengan sistem pendataan yang lebih baik, pemerintah dinilai dapat lebih cepat mengidentifikasi faktor risiko, melakukan pendampingan, serta memastikan layanan kesehatan diterima sejak tahap awal.

Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya NTB memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui layanan kesehatan primer yang lebih responsif. Selain mempercepat penurunan stunting dan menekan angka kematian ibu serta bayi, penggunaan AI juga diharapkan menghasilkan basis data kesehatan yang lebih presisi untuk mendukung pengambilan kebijakan berbasis bukti.

Program Koneksi AI in Healthcare sendiri merupakan bagian dari kerja sama Indonesia–Australia yang mendorong pemanfaatan inovasi teknologi dalam layanan kesehatan primer, sekaligus memperkuat kualitas data kesehatan untuk mendukung keputusan yang lebih efektif dan terukur.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....