Keterlibatan Masyarakat Jadi Kunci Keberlanjutan Pengembangan KEK Mandalika
- 12 Jun 2026 08:41 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah - Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Mandalika terus diarahkan untuk memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, dan perekonomian daerah. Seiring berkembangnya kawasan tersebut sebagai destinasi sportstainment berkelas dunia, berbagai peluang ekonomi baru mulai tumbuh, mulai dari sektor UMKM, jasa pariwisata, hingga terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
Untuk memastikan proses pembangunan berjalan inklusif dan selaras dengan kebutuhan masyarakat, InJourney Tourism Development Corporation bersama Universitas Mataram menggelar Focus Group Discussion atau FGD tentang dampak dan keberlanjutan pengembangan KEK Mandalika pada 3 hingga 4 Juni lalu di Lombok Tengah.
Forum tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, organisasi masyarakat sipil, hingga tokoh masyarakat. Diskusi dilakukan untuk menghimpun masukan dan evaluasi terkait dampak pembangunan kawasan sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mendukung pengembangan Mandalika yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, mengatakan keberlanjutan sebuah destinasi tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur dan investasi, tetapi juga oleh sejauh mana masyarakat dapat terlibat dan merasakan manfaat dari perkembangan kawasan. Menurutnya, berbagai masukan yang disampaikan dalam forum tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk memastikan Mandalika terus tumbuh sebagai destinasi yang inklusif dan memberi nilai tambah bagi masyarakat.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah yang dihadiri Wakil Bupati Lombok Tengah, M. Nursiah, bersama sejumlah organisasi perangkat daerah. Kehadiran pemerintah daerah dinilai penting untuk memperkuat sinergi dalam menyelaraskan pengembangan kawasan dengan kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan daerah.
Dalam kesempatan itu, ITDC juga memaparkan perkembangan Mandalika Urban and Tourism Infrastructure Project atau MUTIP, proyek pengembangan infrastruktur yang didukung pendanaan dari Asian Infrastructure Investment Bank. Melalui proyek tersebut, sejumlah infrastruktur strategis telah dibangun, mulai dari jalan kawasan, sistem penyediaan air bersih, drainase dan pengendalian banjir, hingga berbagai fasilitas publik yang mendukung aktivitas masyarakat.
Salah seorang tokoh masyarakat, Rata Wijaya, menilai kehadiran Mandalika telah membawa perubahan signifikan bagi masyarakat sekitar. Selain sektor pertanian dan perikanan yang tetap menjadi penopang ekonomi, kini masyarakat memiliki lebih banyak pilihan mata pencaharian melalui sektor UMKM, kuliner, jasa, dan pariwisata.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta FGD membahas berbagai isu strategis, mulai dari dampak pariwisata terhadap masyarakat, peluang kerja dan pengembangan ekonomi lokal, keberlanjutan mata pencaharian, pelestarian kearifan lokal, hingga penguatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan kawasan.
ITDC menegaskan akan terus membuka ruang dialog dengan seluruh pemangku kepentingan agar pengembangan Mandalika mampu menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Keterlibatan seluruh stakeholder dinilai menjadi fondasi utama bagi keberlanjutan kawasan dalam jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....