Wabup Lombok Utara Dorong UMKM Naik Kelas lewat Hilirisasi Produk Mete

  • 03 Agt 2026 07:01 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara– Pemerintah Kabupaten Lombok Utara terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkatkan daya saing melalui pengembangan produk berbasis komoditas lokal. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan hilirisasi produk olahan kacang mete yang ditutup secara resmi oleh Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, di Sunset Spring Beach Retreat, Jumat 31 Juli 2026.

Kegiatan yang digelar Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Lombok Utara bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) Provinsi NTB itu diharapkan mampu meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai jual lebih tinggi.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kusmalahadi memberikan apresiasi kepada penyelenggara pelatihan yang dinilai telah membuka ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan sekaligus mengembangkan usaha berbasis potensi daerah.

Ia menegaskan bahwa hilirisasi tidak hanya berhenti pada pengolahan biji mete, tetapi juga harus mampu memanfaatkan seluruh bagian hasil produksi, termasuk limbahnya agar memiliki nilai ekonomi.

Menurutnya, Kabupaten Lombok Utara memiliki kekayaan komoditas pertanian seperti jagung, kopi, kakao, hingga mete yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan.

"Semoga semua limbah yang dihasilkan dari pengolahan kacang mete bisa dimanfaatkan juga. Hasil pertanian kita seperti jagung, kakao, kopi, dan lainnya tumbuh subur, semuanya bisa diolah menjadi produk yang menambah pendapatan," ujarnya.

Ia juga mengingatkan peserta agar tidak menyia-nyiakan kesempatan mengikuti pelatihan. Ilmu yang diperoleh selama empat hari pelatihan diharapkan dapat diterapkan ketika kembali ke daerah masing-masing.

Menurutnya, keberhasilan mengembangkan usaha tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi keluarga, tetapi juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar.

Selain meningkatkan kemampuan produksi, Wakil Bupati juga mengajak pelaku UMKM memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran sehingga produk lokal dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Ia menilai digitalisasi pemasaran menjadi salah satu kunci agar produk-produk olahan Lombok Utara mampu bersaing di tengah perkembangan pasar yang semakin kompetitif.

Sementara itu, Kepala Diskoperindag Kabupaten Lombok Utara, H. Haris Nurdin, menjelaskan pelatihan berlangsung selama empat hari, mulai 28 hingga 31 Juli 2026.

Sebanyak 30 pelaku UMKM dari Kecamatan Bayan dan Tanjung mengikuti kegiatan tersebut dengan berbagai materi pengolahan produk berbasis mete.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan usaha, seluruh peserta juga menerima bantuan peralatan pengolahan kacang mete agar dapat langsung mempraktikkan ilmu yang diperoleh.

Penutupan pelatihan turut dihadiri Kabag Ekonomi dan SDA Setda KLU Laela Sukati, Ketua APJI NTB Wagini, serta sejumlah tamu undangan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....