Bunda PAUD Tekankan Transisi SD yang Ramah Anak
- 16 Jul 2026 15:45 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Bunda PAUD Kota Mataram, Hj. Kinnastri Mohan Roliskana, memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di sekolah dasar tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Melalui pemantauan langsung ke sejumlah SD, termasuk di kawasan pinggiran kota.
"Kami ingin memastikan program Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan diterapkan secara merata agar setiap anak memperoleh pengalaman awal bersekolah yang nyaman, aman, dan membangun rasa percaya diri," ujar Bunda Kikin sapaan akrab Ketua TP PKK Kota Mataram ini, Kamis 16 Juli 2026.
Menurutnya hari-hari pertama di sekolah dasar seharusnya lebih difokuskan pada proses adaptasi dibandingkan mengejar kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung). Pasalnya masih banyak anak yang membandingkan suasana SD dengan taman kanak-kanak sehingga muncul rasa enggan untuk bersekolah.
"Jangan langsung dibebani calistung, tetapi mereka harus dikenalkan lebih dulu dengan lingkungan sekolah dan belajar beradaptasi," ucapnya.
Dikatakannya ada beberapa anak yang mempertanyakan tidak adanya fasilitas bermain seperti perosotan di sekolah barunya. Kondisi tersebut,menjadi alasan pentingnya menghadirkan pendekatan belajar yang menyenangkan agar anak tidak merasa takut memasuki dunia sekolah dasar.
Untuk mendukung proses transisi, TP PKK Kota Mataram menggandeng komunitas Alo Bermain dengan menghadirkan permainan tradisional Lombok sebagai media pembelajaran. Melalui permainan tersebut, anak-anak diajarkan nilai gotong royong, kesabaran, disiplin, dan kebersamaan, Selain itu, metode storytelling juga diterapkan untuk melatih konsentrasi dan membiasakan siswa mengikuti proses belajar di kelas.
"Mereka belajar adab, sopan santun, sabar mengantre, bekerja sama, dan tumbuh rasa percaya diri. Itu bekal penting sebelum mereka menerima materi pelajaran," katanya.
Bunda Kikin menambahkan, perhatian terhadap pembentukan karakter tidak berhenti di jenjang SD. Pada tingkat SMP, Pemerintah Kota Mataram melibatkan BNN, DP3A, serta Dinas Perpustakaan dalam MPLS melalui edukasi bahaya narkoba, pencegahan perundungan, dan penguatan literasi. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua, khususnya ayah, dalam pendidikan anak.
"Kami ingin ke depan orang tua, terutama bapak, lebih aktif terlibat dalam proses pendidikan karena dukungan keluarga menjadi kunci terbentuknya karakter, disiplin, dan empati anak sejak dini," katanya berharap.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....