MTQ XXXI NTB Resmi Dibuka, Bupati Usulkan Dana Bersama Rp10 M untuk Syiar Al Qur'an

  • 10 Jun 2026 07:16 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2026 resmi dibuka di Kabupaten Lombok Tengah. Pembukaan berlangsung meriah dan dihadiri Gubernur NTB, para kepala daerah se-NTB, jajaran LPTQ, kafilah dari 10 kabupaten/kota, serta ribuan masyarakat.

Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, dalam sambutannya menyampaikan gagasan pembentukan dana bersama dari seluruh pemerintah kabupaten/kota di NTB untuk memperkuat syiar Al-Qur’an di daerah.

Menurutnya, setelah Lombok Tengah menjadi tuan rumah MTQ dengan berbagai kebutuhan dan tantangan penyelenggaraan, muncul pemikiran untuk membangun komitmen bersama dalam mendukung program-program keagamaan berbasis Al-Qur’an di NTB.

“Kalau saja ada aturan yang memungkinkan 10 kabupaten/kota di NTB urunan untuk syiar Al-Qur’an, tentu yang paling tepat menjembatani adalah Bapak Gubernur. Kami siap berkontribusi, apakah Rp1 miliar atau Rp2 miliar. Kalau dikalikan 10 daerah, bisa terkumpul sekitar Rp10 miliar untuk membumikan Al-Qur’an di NTB,” ujarnya Selasa 9 Juni 2026.

Pathul juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kabupaten/kota yang telah mengirimkan peserta dalam pawai ta’aruf yang menjadi bagian dari rangkaian MTQ. Ia mengungkapkan sejumlah lomba pendukung yang telah digelar sebelum pembukaan resmi MTQ.

Untuk lomba desain logo MTQ XXXI NTB, kata dia, dimenangkan oleh peserta asal Jawa Barat. Sementara lomba desain piala MTQ dimenangkan oleh Ahmad Fahrurazi.

Sedangkan pada lomba pawai ta’aruf, Kabupaten Sumbawa Barat berhasil meraih juara pertama, disusul Kota Mataram sebagai juara kedua dan Kabupaten Sumbawa di posisi ketiga. Adapun penghargaan favorit diberikan kepada Kabupaten Lombok Timur.

“Pawai ta’aruf berlangsung sangat meriah. Bahkan peserta dari Lombok Timur mencapai sekitar 1.500 orang. Namun karena datang setelah seluruh peserta lain menyelesaikan penilaian, keputusan dewan juri tidak bisa diubah,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Pathul juga memaparkan berbagai program penguatan syiar Al-Qur’an yang selama ini dijalankan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. Salah satunya adalah pemberian hadiah umrah bagi para hafiz dan hafizah.

“Setiap tahun kami memberangkatkan hafiz dan hafizah umrah. Sampai saat ini sudah sekitar 520 orang yang diberangkatkan. Kami juga memberikan penghargaan kepada guru-guru ngaji,” ujarnya.

Selain itu, Pemkab Lombok Tengah juga memberikan beasiswa pendidikan kedokteran kepada 18 penghafal Al-Qur’an 30 juz. Menurut Pathul, program tersebut tidak menggunakan dana APBD, melainkan berasal dari dukungan dan gotong royong para aparatur sipil negara.

“Mereka hafal 30 juz sehingga kami gratiskan kuliah kedokterannya. Program ini kami biayai dari kontribusi para pegawai negeri,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum LPTQ Nasional, KH Muchlis M. Hanafi, mengapresiasi pelaksanaan MTQ XXXI NTB yang dinilainya berlangsung sangat megah dan berkelas.

“Ini memang MTQ tingkat provinsi, tetapi suasananya serasa tingkat nasional. Kami masih ingat ketika NTB menjadi tuan rumah MTQ Nasional tahun 2016, semangat masyarakatnya luar biasa dan sulit ditandingi daerah lain,” ujarnya.

Menurut Muchlis, penyelenggaraan MTQ di NTB juga sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi NTB dalam memperkuat diplomasi keagamaan. Ia menyebut Kementerian Agama saat ini menjadikan MTQ sebagai salah satu instrumen diplomasi keagamaan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“MTQ bukan hanya ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga sarana memperkenalkan nilai-nilai Islam yang damai dan moderat kepada masyarakat luas,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an harus terus tumbuh dan menjadi sumber kedamaian dalam kehidupan masyarakat.

Ia mengajak seluruh peserta dan masyarakat menjadikan MTQ sebagai momentum memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus mengimplementasikan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Nilai-nilai Al-Qur’an harus tumbuh menjadi sumber kedamaian. Kita patut bersyukur karena tradisi Al-Qur’an terus dijaga oleh masyarakat NTB dan telah banyak mengharumkan nama daerah di tingkat nasional,” ujarnya.

Iqbal menambahkan, berbagai prestasi yang diraih kafilah NTB di ajang nasional membuktikan bahwa generasi daerah memiliki kemampuan dan potensi besar dalam bidang Al-Qur’an.

“Prestasi-prestasi tersebut menunjukkan bahwa anak-anak NTB memiliki kesempatan dan kemampuan besar untuk bersaing serta berprestasi di tingkat nasional,” tutupnya.

MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTB di Lombok Tengah diikuti ratusan peserta dari 10 kabupaten/kota se-NTB dan akan mempertandingkan berbagai cabang musabaqah sebagai upaya memperkuat syiar serta membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di Nusa Tenggara Barat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....