Akses Jalan Kabupaten Banyak yang Rusak
- 04 Jun 2026 13:25 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu - Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, diminta untuk memperhatikan kondisi akses jalan yang menadi kewenangannya. Sebab, akses jalan milik Kabupaten Dompu itu, banyak ditemukan rusak.
Salah satu akses jalan yag membutuhkan perhatian dan perbaikan Pemkab Dompu, itu adalah akses jalan menuju Desa Saneo dan Desa Serakapi Kecamatan Woja. Didalam kita akses jalan Baru Karijawa, juga membutuhkan perhatian, untuk diperbaiki.
Diakses jalan ini, membutuhkan perhatian lebih, sebab satu-satunya akses menuju desa yang diperkiarakan tertua, selain Riwo di Kecamatan Woja dan Hu’u.
Pasalnya banyak aspal jalan yang telah rusak dan menimbulkan cekungan di sana sini. Cekungan-cekungan itu menyulitkan bagi pemakai kendaraan bermotor.
Apalagi di jalur ini banyak truk-truk bermuatan jagung melintas yang bisa berpotensi rawan kecelakaan lalu lintas akibat menghindari cekungan (lubang).
Muhammad Amin, warga Desa Serakapi, mengatakan, kerusakan akses jalan itu mulai dari tanjakan Saleko yang berjarak hanya sekitar 200 meter dari perempatan Sawete.
Jalur yang menanjak, belokan dan sempit ini kian diperparah lagi dengan sejumlah lubang yang menyulitkan bagi pengguna kendaraan bermotor.
“Apalagi ketika truk berpapasan dengan truk yang dibuntuti banyak kendaraan roda dua maupun roda empat lainnya, di jalur ini kerap mengalami kesulitan,” katanya, Kamis, 4 Juni 2026.
Kemacetan acapkali terjadi di tanjakan saleko ini terutama saat pagi hari masuk jam sekolah atau kantor.
Lubang-lubang yang banyak juga terlihat ketika memasuki Dusun Maulana Desa Sori Sakolo (depan sekolah Al Amin). Di lokasi ini kendaraan yang berpapasan berusaha saling mendahului untuk bisa melintasi aspal yang masih baik.
Penyebabnya banyak cekungan yang sulit dilalui terutama di sisi barat jalan. Potensi kerawanan kecelakaan lalu lintas bisa terjadi dalam kondisi seperti ini. Saat musim hujan, cekungan-cekungan dalam ini menjadi tempat genangan air.
Kerusakan jalan yang lebih parah di depan Masjid Sori Sakolo. Di lokasi ini seluruh aspal terkelupas yang menimbulkan cekungan-cekungan membahayakan bagi pemakai kendaraan bermotor.
Kerusakan lagi terlihat setelah melewati jembatan Sori Sakolo. Ada beberapa titik kerusakan di jalur ini yang menyulitkan bagi kendaraan.
Di jalur menanjak Teka Pangere hingga memasuki Desa Serakapi Kecamatan Woja, ruas jalan masih cukup baik. Namun di depan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Serakapi, kerusakan aspal jalan mulai terlihat lagi. Meski tidak terlalu parah, tetapi aktivitas masyarakat yang padat di tempat ini dapat berisiko terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Truk-truk dan pikup yang diparkir di pinggir-pinggir jalan juga kian mempersempit jalur ini. Bukan hanya itu, di lokasi perbatasan Serakapi - Saneo, terdapat sebuah lubang menganga di tengah ruas jalan. Sementara ini masyarakat sekitar menutup lubang itu dengan batu-batu agar bisa dilewati kendaraan.
Usai melewati wilayah perbatasan Serakapi - Saneo, aspal jalan masih cukup baik hingga di depan Kantor Desa Saneo. Ke arah utara sampai ujung Desa Saneo ada beberapa titik yang terlihat mengalami kerusakan ruas jalan tetapi tidak terlalu parah.
Amin menyebut banyaknya cekungan dan kerusakan jalur lintas Saneo ini diaebabkan kerap dilalui kendaraan bermuatan berat seperti jagung yang menjadi hasil bumi masyarakat di wilayah tersebut ditambah dengan gerusan air hujan.
"Mudah-mudahan jalur Saneo ini segera diperbaiki oleh pemerintah," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Dompu, Irfan mengatakan, jalur lintas Saneo sudah masuk dalam rencana untuk diperbaiki tahun 2026 ini, saat ini sedang dalam proses tender.
Tidak hanya itu, akses jalan yang rusak tersebut, Sebagian akan dikerjakan tahun ini dan Sebagian akan diperbaiki pada tahun 2027 mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....