Potensi Laut Dompu Besar, Nelayan Terkendala Minim Armada Tangkap

  • 03 Jun 2026 16:17 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, DOmpu - Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, menjadi salah satu daerah dengan potensi perikanan yang cukup besar. Garis pantai yang panjang serta kekayaan sumber daya laut, menjadikan wilayah ini memiliki peluang besar untuk menopang sektor ekonomi masyarakat pesisir.

Namun sayangnya, potensi hasil laut tersebut belum mampu dikelola secara maksimal akibat minimnya sarana dan prasarana penangkapan ikan yang dimiliki nelayan lokal. Keterbatasan armada tangkap, terutama kapal berkapasitas besar, membuat pemanfaatan hasil laut Dompu masih didominasi nelayan dari luar daerah.

Nelayan lokal umumnya hanya mengandalkan kapal kecil dan metode memancing tradisional untuk menangkap ikan di wilayah perairan Dompu. Selain itu, bagan-bagan yang tersebar di perairan Teluk Saleh, hingga kini masih menjadi salah satu andalan utama dalam menyuplai kebutuhan ikan bagi masyarakat Kabupaten Dompu.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Dompu, Amirudin mengatakan, potensi tangkap perairan Dompu sebenarnya cukup besar dan diperkirakan mencapai 10 ribu ton per tahun. Namun dari jumlah tersebut, nelayan lokal baru mampu memanfaatkan sekitar 60 persen saja.

“Potensi perikanan tangkap di Dompu cukup tinggi, mencapai sekitar 10 ribu ton per tahun. Tetapi pemanfaatannya oleh nelayan lokal masih sekitar 60 persen karena keterbatasan sarana tangkap,” ujarnya, Rabu, 3 Juni 2026.

Menurut Amirudin, salah satu kendala utama yakni tidak adanya kapal berkapasitas besar yang bisa menjangkau wilayah tangkap yang lebih luas dan lebih jauh dari pesisir.

Ia menjelaskan, kapal bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2012 yang sebelumnya diharapkan mampu mendukung aktivitas nelayan, kini sudah tidak dapat digunakan karena mengalami kerusakan.

“Kapal bantuan tahun 2012 sudah rusak dan tidak bisa lagi dioperasikan,” katanya.

Tidak hanya fokus pada sektor perikanan tangkap, Pemerintah Kabupaten Dompu juga terus mendorong pemanfaatan potensi sumber daya laut lainnya, terutama pengembangan budidaya rumput laut di wilayah Teluk Saleh.

Perairan Teluk Saleh yang berada di kaki Gunung Tambora, disebut memiliki kualitas rumput laut terbaik kedua di Indonesia. Menurut Amirudin, sejumlah penelitian menunjukkan rumput laut yang tumbuh di wilayah yang terdampak aktivitas gunung berapi aktif memiliki kandungan mineral yang lebih tinggi.

“Beberapa hasil penelitian menyebutkan kandungan mineral rumput laut di wilayah terdampak gunung api aktif cukup tinggi, sehingga kualitasnya sangat baik,” jelasnya.

Selain sektor kelautan, sejak tahun 2019 Pemerintah Kabupaten Dompu juga mulai menitikberatkan pengembangan sektor perikanan air tawar sebagai alternatif peningkatan produksi perikanan daerah.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat ketahanan sektor perikanan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di wilayah pedalaman Dompu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....