Petani Dompu Diminta Tidak Istirahatkan Lahan saat Peralihan Musim

  • 02 Jun 2026 12:28 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu - Peralihan musim penghujan ke musim kemarau mulai dirasakan di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Kondisi tersebut membuat banyak petani, terutama di lahan tadah hujan, mulai khawatir terhadap ketersediaan pasokan air untuk kebutuhan pertanian.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Dompu meminta petani untuk tidak mengistirahatkan lahan pertanian mereka hanya karena kekhawatiran kekurangan air saat musim kemarau.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Syahrul Ramadhan, mengatakan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk membantu kebutuhan air pertanian masyarakat.

“Petani jangan sampai membiarkan lahannya kosong. Pemerintah sudah menyiapkan berbagai dukungan untuk membantu pengairan lahan pertanian,” ujarnya, Selasa, 2 Juni 2026.

Menurut Syahrul, dalam lima tahun terakhir pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten telah banyak mengucurkan bantuan mesin pompa air kepada kelompok tani di Kabupaten Dompu.

Selain itu, pemerintah juga bekerja sama dengan TNI untuk kembali mengaktifkan tujuh sumber air bor dalam yang dilengkapi pompa berkapasitas besar guna membantu suplai air pertanian masyarakat.

“Bersama TNI, tujuh sumur bor dalam sudah kembali diaktifkan untuk membantu kebutuhan air petani,” katanya.

Syahrul meminta petani lebih jeli dalam memilih jenis komoditas yang sesuai dengan kondisi cuaca saat ini agar terhindar dari risiko gagal panen akibat kekurangan air.

Menurutnya, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu telah melakukan identifikasi terhadap lahan-lahan pertanian yang masih dialiri irigasi teknis maupun kawasan yang memiliki keterbatasan air.

Untuk wilayah yang memiliki saluran irigasi teknis dan tidak mengalami persoalan pengairan, sebagian besar petani masih mempertahankan pertanaman komoditas padi.

Sementara pada kawasan lahan kering atau wilayah yang jauh dari jaringan irigasi teknis, petani mulai diarahkan menanam komoditas hortikultura dan palawija.

“Petani di lahan kering mulai beralih ke hortikultura dan palawija karena lebih sesuai dengan kondisi musim sekarang,” jelasnya.

Khusus bagi petani yang menggarap lahan kering, pemerintah meminta agar bantuan mesin pompa air yang telah diberikan dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Sejak awal tahun, Pemerintah Kabupaten Dompu juga telah menyalurkan bantuan pompa air untuk membantu pengairan lahan-lahan pertanian kering. Selain bantuan pompa, sejumlah sumur bor dalam juga telah dibangun untuk memperkuat sistem irigasi pertanian masyarakat.

Syahrul mengatakan, komoditas jagung masih menjadi harapan utama petani di lahan kering karena dinilai lebih tahan terhadap kondisi cuaca serta memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan.

Selain didukung banyaknya benih jagung berkualitas yang beredar di Dompu, stabilitas harga panen juga menjadi harapan petani untuk menghindari kerugian akibat dampak cuaca El Nino.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....