Anomali Iklim, Sarankan Ubah Strategi Tanam
- 16 Sep 2026 10:23 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Dompu - Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, mulai memengaruhi pola tanam petani. Keterbatasan air membuat sebagian petani memilih mengurangi penanaman jagung dan beralih ke komoditas yang lebih tahan terhadap kondisi kering.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Syahrul Ramadhan, mengatakan pemerintah terus mendampingi petani menghadapi anomali iklim melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan petugas teknis di lapangan.
“Kami tetap memberikan, inovasi dan pencerahan dalam memilih komoditas yang tahan kekeringan dan sesuai dengan kondisi anomali iklim,” katanya, Rabu, 16 September 2026.
Ia mengatakan petani kini semakin mampu menyesuaikan pola tanam dengan kondisi alam. Jika sebelumnya lahan sawah setelah panen padi umumnya ditanami jagung, kini sebagian lahan sengaja dibiarkan bero karena tidak memiliki cukup air.
Kondisi tersebut terlihat di wilayah Wawonduru dan sekitarnya. Pada musim kemarau pertama maupun kedua, sebagian petani memilih kacang hijau dan kedelai yang membutuhkan air lebih sedikit dibandingkan tanaman lainnya.
“Petani kita semakin cerdas. Dengan kekurangan air dan kondisi alam seperti ini, mereka memilih tidak menanam jagung,” katanya.
Penanaman padi tetap dilakukan pada lahan sawah yang memiliki sumber air atau rembesan. Sementara tanaman hortikultura dikembangkan di lokasi yang memiliki akses air, terutama di sekitar aliran sungai.
Untuk mempertahankan produksi, pemerintah mengoptimalkan bantuan pompa kepada petani. Di Desa Bakajaya, misalnya, pompa dimanfaatkan untuk mengangkat sisa sumber air agar tetap dapat digunakan untuk pertanian.
Upaya tersebut diperkuat melalui program irigasi perpompaan dan irigasi perpipaan dari pemerintah pusat. Program ini membantu petani memanfaatkan sumber air yang tersedia untuk mempertahankan areal tanaman padi.
“Program irigasi perpompaan dan irigasi perpipaan memberikan nilai tambah. Mereka bisa memanfaatkan sumber air untuk penanaman padi, karena syarat mendapatkan alokasi program tersebut harus menanam padi,” jelasnya.
Syahrul mengakui kekeringan berdampak terhadap sejumlah komoditas pertanian. Namun, dampaknya tidak terjadi secara menyeluruh karena petani mulai menyesuaikan jenis tanaman dengan kondisi ketersediaan air.
Pemerintah daerah memastikan pendampingan dan optimalisasi sumber air terus dilakukan agar produksi pertanian tetap berjalan di tengah kondisi anomali iklim.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....